Waktu memang begitu cepat berlalu, walaupun engga secepat
cewe bilang putus sama cowonya karena dia udah bosen. Tapi, emang waktu cepet
banget berlau.
Kayanya baru kemaren rambut kita disisirin sama ibu kita masing masing, karena basah sehabis mandi. Kayanya baru kemaren pas kita beli anak ayam sama abang abang depan SD tapi pas paginya tiba tiba udah mati.
Rasanya baru kemaren kita engga bisa tidur karena takut besok akan ada ulangan sekolah dan kita belum menguasai materinya saat SMP atau SMA. Rasanya kemarin... kemarin... ini itu, semuanya baru aja terjadi. Sekarang semuanya udah berubah, sedih senang, tawa tangis dan masih banyak lagi hal yang baru, yang dulu ga kita rasain sekarang kita rasain. Walaupun ga mungkin, rasanya kadang kita ingin balik lagi dikehidupan kita yang dulu. Yang penuh dengan rasa bebas tanpa ada tekanan seperti sekarang, huhhhhh (tarik nafas panjang).
Kayanya baru kemaren rambut kita disisirin sama ibu kita masing masing, karena basah sehabis mandi. Kayanya baru kemaren pas kita beli anak ayam sama abang abang depan SD tapi pas paginya tiba tiba udah mati.
Rasanya baru kemaren kita engga bisa tidur karena takut besok akan ada ulangan sekolah dan kita belum menguasai materinya saat SMP atau SMA. Rasanya kemarin... kemarin... ini itu, semuanya baru aja terjadi. Sekarang semuanya udah berubah, sedih senang, tawa tangis dan masih banyak lagi hal yang baru, yang dulu ga kita rasain sekarang kita rasain. Walaupun ga mungkin, rasanya kadang kita ingin balik lagi dikehidupan kita yang dulu. Yang penuh dengan rasa bebas tanpa ada tekanan seperti sekarang, huhhhhh (tarik nafas panjang).
Kenapa jadi dramatisir
gini ( he he he), wake up guys !!!
”Ga semuanya yang kita alamin sekarang itu keadaan yang buruk kan ?!!”
“Ada juga hal yang baik, dan mungkin lebih baik dari keadaan kita kemarin, ya kan?”
Tapi emang, yang namanya kenangan walaupun terjadinya lampau, terkadang masih aja terbayang bayang dikehidupan kita sekarang.
“Ada juga hal yang baik, dan mungkin lebih baik dari keadaan kita kemarin, ya kan?”
Tapi emang, yang namanya kenangan walaupun terjadinya lampau, terkadang masih aja terbayang bayang dikehidupan kita sekarang.
Seperti kenangan gue sama Putri, cinta monyet gue dulu pas lagi SMP. Walaupun cuma cinta monyet, tapi momen momennya kadang masih gue inget sampe sekarang.
Gue masih inget gimana hal hal lucu yang terjadi saat
cinta monyet itu, saat kita ( gue sama Putri) duduk sebangku sambil ngobrol
saat pelajaran sekolah berlangsung dan saking asiknya tanpa kita sadari sang
guru ternyata sudah berada di belakang kita sambil menguping sedari tadi.
Atau saat kita iseng ngumpetin kaca mata salah satu guru
yang mempunyai penghilatan yang buruk dan kita mengubah nilai tugas kita
bersama teman satu kelas saat itu pula. Atau yang lebih parah saat kita ngasih
kue sama guru gue yang killer padahal kuenya udah kadarluarsa.
Dan masih banyak hal hal konyol lainya yang kadang kalo diinget bikin senyum senyum sendiri.
Tapi itu Cuma kenangan, iya kenangan yang ga
mungkin buat terjadi lagi. Dan sekarang gue juga sama sekali udah lost contact sama Putri. Terakhir gue
datengin rumahnya ternyata dia udah pindah sama semua anggota keluarganya.
Gue
ga tau dia di mana, sekarang bagaimana kabarnya. Masih inget ga sama kenangan
kenangan kita dulu. Kadang gue pengen lapor polisi biar bisa bantu cari. Tapi
Putri kan bukan “anak ilang”. Tapi jujur saat ini gue pengen banget ketemu dia.
Kalo dia baca tulisan gue ini satu kalimat yang pengen gue ungkapin ke dia.
“Abang kangen !!!”
Untuk setidaknya mengobati rasa kangen gue,
gue nyoba bikin puisi buat dia.
PUTRI
Seperti itik yang meretas, kau pun
datang memecah sepi.
Dan saat itu aku sedang menjadi induk itik yang sedang berenang di pinggir danau yang berwarna emas.
Dan saat itu aku sedang menjadi induk itik yang sedang berenang di pinggir danau yang berwarna emas.
“Dan kita sempat berenang bersama di situ bukan?”
Seperti tulisan tangan yang kadang tak
jelas, tapi kau menjadi papan yang sangat bening. Bening dan beraroma wangi.
Sampai saat ini kadang aku masih mencium aroma mu.
Sampai saat ini kadang aku masih mencium aroma mu.
Aku rindu kau !!! biar ku ulangi agar
lebih kau dengar aku merindukanmu.
Seperti rindu lebah akan manisnya putik bunga, walaupun aku tak bersayap seperti lebah tapi aku tetap merindukanmu.
Seperti rindu lebah akan manisnya putik bunga, walaupun aku tak bersayap seperti lebah tapi aku tetap merindukanmu.
Aku ingin menemuimu, berbincang
bergenggam jari jemari di sore saat matahari sudah lelah dan ditemani cahaya
jingga-Nya.
Aku ingin menatap matamu dengan lama tanpa jarak dan tanpa ada peganggu walaupun itu seekor lalat buah.
Aku ingin memberimu pelukan, pelukan
hangat, hangat seperti ganggang cangkir kopi di pagi hari.
Aku ingin menjadikan tubuhku sandaran yang nyaman untuk mu, senyaman sandaran musafir pada ontanya.
Aku ingin menjadikan tubuhku sandaran yang nyaman untuk mu, senyaman sandaran musafir pada ontanya.
“Indah bukan?”
Tapi kau tiba tiba pergi, melampaui jangkauan ku, merayap menjauhi
penglihatanku.
Memberi jarak pada kehausan ini.
Memberi jarak pada kehausan ini.
Kau berlari bersama merak yang sedang
melebarkan ekornya.
Kau terbang bersama bulu angsa dari Wisnu, sedangkan paruhnya kau titipkan kepadaku.
Kau terbang bersama bulu angsa dari Wisnu, sedangkan paruhnya kau titipkan kepadaku.
Kau menjadi daun pohon jati, dan keadaan
menjadi musim gugur.
Semua menjadi lukisan abstrak dalam dua pupil mataku.
Mungkin aku harus membuat api dan memanaskan rindu ini agak melebur.
Tapi...
Sudahlah,
Semua menjadi lukisan abstrak dalam dua pupil mataku.
Mungkin aku harus membuat api dan memanaskan rindu ini agak melebur.
Tapi...
Sudahlah,
Aku merindukanmu.
Sungguh.
Sungguh.
Walaupun tak seindah sajak Rumi.
Tapi aku benar benar merindukanmu.
“Tak masalah bukan?”
TEGUH IRAWAN
14-9-2014
14-9-2014

Komentar
Posting Komentar