Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Cerita Dihari Libur Panjang

Cerita ini sebenarnya engga terlalu pantes-pantes banget buat diceritain, tapi gue ngerasa pengen aja buat nulis cerita ini, nulis tentang kegiatan apa aja yang gue lakuin pas waktu libur kemaren. Mungkin dari kalian juga ada yang waktu liburannya diisi dengan hal-hal yang membuat kalian seneng, kegiatan yang jadi moodbooster untuk suasani hati yang lagi kacau. Libur kerja gue emang bisa dibilang aneh, karena jika kebanyakan orang kerja libur dihari sabtu dan minggu gue malah libur dihari selasa dan hari rabu. Dan.. Libur kerja diminggu kemarin bisa dibilang libur kerja yang panjang karena dihari kamis dan jum'at adalah tanggal merah, alhasil libur gue jadi manjang jadi 4 hari. Libur selama 4 hari itu engga gue sia-siain. Dan di sini gue bakal ceritain hal-hal apa aja yang gue lakuin atau gue alamin di hari libur gue. Langsung aja ya. 1. Nahan Kencing Ini adalah sebuah mukadimah aneh yang mewarnai liburan gue. Sebelumnya gue emang udah berencana untuk mengisi w...

Tuhan, Tolong Sampaikan Ucapan "Selamat Hari Ibu" saya

“Andai air mata bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal, mungkin mereka sudah hidup kembali sejak dulu” Apa ada yang lebih menyakitkan dari kematian orang yang kita sayangi? Karena memang betapa sakit ketika kita sudah merasa mempunyai sesuatu, tetapi seketika itu juga Sang pemegang kuasa, Sang pemilik segalanya mengambil sesuatu itu. Analogikanya, seorang petani yang dititipi sebuah benih dari seorang Tuan, si petani tanam benih itu, dia pupuk dan rawat benih itu dengan sebaik-baiknya, tak dia biarkan satupun hama merusaknya. Hingga seiring berjalannya waktu petani itu lupa bahwa dia hanyalah seorang buruh, dia tak mempunyai hak secuilpun untuk mantan benih yang sudah besar itu. Dia lupa bahwa titipan itu bisa diambil kapanpun sang pemilik ingin mengambilnya. Dan ketika titipan yang begitu dia cintai itu diambil, terciptalah sebuah tangisan yang jika semua air kesedihan itu diakumulasikan mungkin jumlahnya lebih dari bisa untuk membuat sebuah danau. Saya setuju dengan So...

Cinta Tak Harus Dipaksa

Cahaya rembulan masih setia menyinari malam, tak terlalu terang tak redup pula, pas, seakan-akan sudah ditakar matang-matang oleh sang pencipta. Dan pastinya sebagai tanda kesempurnaanNya. Sedangkan kita masih saja duduk diam tanpa bicara, entah sudah berapa lama. Aku sendiri masih bingung harus memulai ini dari mana, dan seperti dugaanku, kaupun hanya bisa diam. Entah itu malu atau memang bingung harus berkata apa, sama sepertiku. “Kamu yakin San?” aku akhirnya memulai. Kau tak menjawab hanya menatapku setelah sebelumnya selalu menunduk. “Kamu sudah benar-benar yakin San?” Aku lagi. Kadang hidup memang tak adil, atau mungkin hidup ini memang adil karena ada beberapa bagian dari hidup yang tak adil, setengah adil setengah lagi tidak hingga menjadi seimbang, adil. Aku keturunan asli Tionghoa, anak kedua dari dua bersaudara. Dari dua anak itu, aku dan kakakku. Akulah yang dianggap paling cerdas oleh keluargaku. Begitulah orang Cina , ketika ada anak yang...

Ucapan Selamat Ulang Tahun Untuk Diri Sendiri

"Kadang kita seolah-olah begitu tahu tentang hidup ini, hingga kemudian dengan polanya hidup membalikan semua. Dan akhirnya tersisalah kita sebagai olok-olokan hidup" Begitulah kata dari Dee Lestari, seorang novelis yang terkenal dengan series Supernova nya. Hidup memang selalu mempunyai misterinya. Coba ingat-ingat, saat di mana kita merasa begitu tahu tentang hidup ini, saat kita merasa hidup adalah sebuah pandir yang kaidahnya bisa kita baca dengan mudah, dan tak menunggu waktu lama, hidup kemudian membalikan semuanya. Crash! Seperti kata Dee, tersisalah kita sebagai olok-olokan hidup. Dulu saya juga pernah merasakannya, mengira semuanya akan baik-baik saja, berjalan sembari menggoyang-goyangkan badan seakan di depan jalan sana tak ada semak belukar berduri. Berjalan berjalan, hingga sampailah di titik saya menjadi lakon yang ditertawai oleh hidup. Bagi kalian yang sudah merasakannya, bersyukurlah karena janjiNya berkata dibalik kesulitan akan hadir kemudahan. Bagi kalian...

Untuk Kamu yang Sudah Menikah

Aku denger kamu udah nikah ya?, duh.. ko engga undang-undang si. Padahal kan kalo kamu ngundang aku mungkin bakalan dateng, mungkin loh ya. Ya, solanya kamu tahu kan dalam situasi tertentu hati juga bisa lebih sensitif dari pantat-pantat bayi. Sebelumnya, selamat ya. Kamu udah nikah, udah nemuin mas-mas yang bisa kamu jadiin gelayutan kalo kamu lagi pengen gelayutan, he he he. Walaupun aku engga tahu dan engga pengen tahu nama mas-masnya kamu dan tergolong dalam jenis mas-mas yang kaya gi mana, seengganya kalau dilihat dari perawakannya si kayanya lebih tua dari aku, duh kamu nikah sama om om ya? semoga si jangan. Aku nulis ini engga ada maksud apa-apa, dan seandainya kamu baca ini (ya mudah-mudahan si nanti sampailah di kamu) aku cuma mau bilang ko cepet amat si ya? ibaratnya tuh, kita pisahan di sebuah perempatan trus pas ketemu di jalan yang lurus lagi, tiba-tiba kamu udah naek mobil lagi, sama om-om pula eh-. Oh iya, aku mau tanya. Nikah enak ennga? Maksudnya ...

Demi Waktu yang Merugi

“Mau langsung kita mulai?” Gadis belia bertubuh mungil dan sekal itu langsung bertanya ketika ia baru masuk kamar kemudian menutup pintu kamar. Sementara sang pria tak menjawab sedikitpun, ia hanya memandangi lantai kamar hotel yang bermotif hitam putih mirip papan catur. “Hei.. kau hanya membuang-buang waktuku !!! Baiklah, mungkin kau canggung, baru pertama kali hah? Santai saja, kau pasti akan menikmatinya” ucap Gadis itu sembari membuka ikat rambutnya, kini tampilanya terlihat begitu menggoda, rambutnya panjang bergelombang. Warna pirang di beberapa bagian rambutnya kemudian ditambah pakaian dress putih mini yang membalut tubuhya, membuat ia begitu meenggoda, kalau dilihat dari wajah dan perawakanya, gadis itu berusia sekitar dua puluh tahunan. Masih muda. Lelaki itu hanya melihat sekilas, menatap wajah gadis belia itu kemudian memalingkannya lagi. Kali ini dia berganti menatap hiasan dinding di kamar hotel, gambar kawanan kuda zebra. “Ayolah, kau pikir hanya kau...

Bendera Merah Putih (Identitas)

Siapa juga yang ingin jadi bule, albino pula. Kalo bisa memilih, aku juga ingin dilahirkan normal seperti mereka, anak-anak brengsek itu. Kalau pun bule ya lahirnya di Eropa sanalah biar ga diejek, ga dibilang ga nasionalis. Kalo dipikir-pikir aneh memang, apa hubungannya coba nasionalis sama ke bule anku ini. Kalo kamu punya rambut pirang, mata biru, kulit putih bintik-bintik merah, terus ga bisa nasionalis sama negara, mba-mba dan mas-mas yang matanya sipit-sipit itu juga ga bisa berbakti sama bangsa dan negara, gitu? Usiaku kini enam belas tahun kelas tiga SMP, tidak ada yang aneh dari semua ini, ya kecuali kondisi albino dan ke- bule an ku ini yang membuatku menjadi bahan ejekan empuk oleh siapapun di manapun, kapanpun. Kaum minoritas memang selalu tertindas. “Le, kamu ngerayain tujuh belasan ga? Oh iya, bule mana tahu tujuh belasan, lagu Indonesia Raya aja pasti ga hafal, ha ha ha” seruan salah seorang teman sekolah, yang kemudian diiringi tawaan  bahagi...