Langsung ke konten utama

Postingan

Menikam Di Hati

People changes, and i know that. Perubahan bukanlah sebuah keburukan. Tentu saja. Tetapi, bayangkan jika kau meyakini bahwa asinnya air laut, dinginnya udara pegunungan, lidahmu yang selalu basah. Tiba-tiba semua berubah, sesuatu yang kau yakini tidak akan berubah kecuali sesuatu yang benar-benar besar mengubahnya. Sesuatu yang kau yakini akan begitu selamanya, seperti kebiasaan mulut yang mudah mengucapkan kata-kata, kau menganggap sistematika itu akan berjalan seperti itu berulang faali dan seperti orbit planet yang rumit tapi tidak saling menabrak. Kau menyakini semua akan berjalan baik baik saja. Perubahan... “hold my coffee, and take it slow” katamu. Pernah tidak kau dibohongi oleh nasib. Maksudku mungkin kata dibohongi terlalu eksplisit. Kau tahu bahwa kau dibohongi kalau kau tahu kebenarannya, hingga kau bisa membandingkan antara sebuah pernyataan satu dengan yang lainnya hingga terciptalah suatu kesimpulan : kau dibohongi atau tidak. But, this is different. Jangankan yang ...
Postingan terbaru

26 TAHUN : TAHUN KEPESIMISAN, NASIB BAIK DAN BEBERAPA NASIB LAINNYA

Saat aku menulis ini kondisi perutku serasa penuh sekali, berat badanku   seperti menggelembung beberapa mili dari sebelumnya. Lebih kurang satu bulan energi yang aku keluarkan mungkin lebih sedkit dari makanan yang aku makan. Saat ini aku juga sedang berada di sebuah desa yang aku pikir orang-orangnya lebih bahagia dari pada orang di kota kebanyakan. Jam delapan malam pintu sudah ditutup, suasana sepi, orang-orang sudah naik di tempat tidur guna meregenerasi staminanya untuk esok pagi. Jika kau baca ini saat malam, aku sarankan coba untuk menutup matamu lalu hirup udara dalam-dalam dan keluarkanlah perlahan, kau akan merasakan paru-parumu serasa mendapatkan oksigen terbaik. Kalau saat siang, coba keluar sebentar, carilah sinar matahari, diamkan badanmu di situ beberapa detik, hangat sedikit panas begitulah semesta. Baik, kita masuk ke bagian inti. Tentang cara menangkap ikan dengan metode paling sederhana. Tetapi, sebelum benar-benar ke bagian itu. Aku akan mengajak kali...

ANAK PERTAMA : SABDA KSATRIA ANDHANU

Aku percaya bahwa hidup tak hanya dibagi menjadi kebahagiaan dan kesedihan saja. Ada sesuatu yang terletak diantara kedua hal itu, seperti sebuah koin yang sering dilihat pada dua sisinya saja, padahal masih ada sisi yang ketiga yaitu tepi. Kurang lebih seperti sisi ketiga koin tersebut, sisi tersembunyi antara kebahagiaan dan kesedihan itu adalah sebuah kado yang jika dibuka ia akan mengeluarkan semacam pernak-pernik warna-warni, sesuatu yang bisa saja membuat senang atau sedih atau bahkan campuran keduanya, kado itu bernama “kejutan.” Tuhan meletakan beberapa kejutan itu diantara dua hal dominan itu: kebahagiaan dan kesediahan, dengan begitu rapi, tak kenal ampun kepada siapa penerimanya, pembuktian bahwa Dia maha adil. Kejutan itu muncul pertengahan maret 2018 kemarin, pagi hari ketika aku sedang duduk di sebuah bis, kabar itu datang melalui telepon genggam. Seorang pria menelpon dan berkata “Anakmu sudah lahir, laki-laki, berat 3,3 kg” sebuah kejutan, benar-benar kej...

Harapan, Ulang Tahun dan Hal Istimewa Dalam Setahun

Seorang teman kuliah pernah bercerita bahwa setelah lulus nanti ia berharap bisa bekerja di sebuah perusahaan kontraktor, menjadi orang lapangan dengan tampilan maskulin dengan rambut gondrong dan sepatu kulit yang harganya di atas satu juta. Beberapa teman kerja juga tak sedikit yang ingin menjadi seorang petani saja. Lari dari hingar bingar suara mesin industri dan memilih meenggunakan lahan untuk bertahan hidup. Jika otakku adalah sebuah bank, mungkin ia akan menjadi sebuah bank harapan. Karena hampir di semua waktu dan tempat aku selalu melihat dan menemukan harapan-harapan itu seperti laron yang hinggap di lampu neon. Ada banyak hal menarik tentang harapan, tetapi aku akan menceritakan beberapa hal lain terlebih dahulu. Dua puluh lima tahun adalah jumlah angka tak sedikit jika dilihat untuk ukuran usia, seperti hal-hal baik waktu rasa-rasanya begitu cepat sekali berlalu. Dan pertanyaan yang berputar-putar seharian ini di dalam kepalaku adalah “kau telah melakukan ...

Wedding Anniversary - Setahun Sudah

Ketika acara lamaran, aku bisa mengingat hal remeh-temeh yang mungkin tak diingat oleh orang lain, seperti jenis makanan saat itu, aneka kue, buah-buahannya, orang-orang yang menghadiri acara itu. Bahkan tema obrolan saat itu aku juga masih bisa mengingatnya. Begitu pula dengan pernikahannya, ini lebih lengket lagi. Jam berapa, tanggal berapa, cuaca saat itu, lagu yang dinyanyikan oleh biduan saat resepsi, pembicaraan di bangku pelaminan sembari menyapa tamu, dan lainnya. Aku merasa mempunyai daya ingat yang kurang baik, tetapi untuk hal-hal tertentu terlebih yang menyangkut emosional yang tinggi. Momen-momen itu seakan menjadi bagian tubuh kita sendiri, kita tak usah mengingatnya, ia menempel dengan sendirinya, dan jika kita diperintah untuk menceritakannya kembali, deskripsi itu akan muncul berbaris rapi dalam ingatan itu. Semua orang juga merasakan hal itu, aku rasa. Karena begitulah cara kerja sebuah ingatan. Kadang ia mengingatkan kita kepada sebuah hal yang bahkan kita s...

Munir, HAM dan Keadilan yang Masih Buta

Hari-hari bersejarah apa saja yang orang kebanyakan bisa ingat. Hari kemerdekaan, hari kartini, valentine atau yang semua orang hafal: tahun baru. Tapi banyak mungkin yang belum tahu, tepat hari ini tanggal 7 September, seseorang yang sebagian hidupnya didedikasikan untuk membela kebebasan hak orang lain, memperbaiki mesin-mesin keadilan yang hilang akibat tiran. Orang lebih suka menyebutnya aktivis HAM. Mari berkenalan dahulu dengan orang ini. Lahir di Malang 8 Desember 1965, dari seorang bapak keturunan Arab pedagang dan ibu asli Jawa (Malang). Tak ada yang istimewa dari masa kecilnya, hanya sewaktu SMA dia pernah hampir menikam seorang guru karena memanggilnya dengan sebutan ‘Arab’. “Saat kecil hingga SMA saya tidak suka ketika dipanggil ‘Arab’.”  Begitu katanya saat diwawancara. Menamatkan studi Hukumnya di Fakultas Brawijaya pada tahun 1989. Saat kuliah ia juga aktif dalam berorganisasi, salah satunya pernah menjadi anggota dari HMI (himpunan Mahasiswa Islam I...

Review Novel ‘24 Jam Bersama Gaspar—Siapakah Detektif yang Sesunguhnya’

sumber gb: Instagram Novel ini adalah novel kedua dari penulis muda Sabda Armandio Alif, novel pertamanya berhasil menuai banyak pujian dari berbagai media, termasuk dinobatkan sebagai salah satu novel terbaik versi majalah rolling stones indonesia tahun 2015. Dibandingkan novel pertamanya, Dio sepertinya sedang bermain-main dengan caranya menghidupkan karakter, novel pertamanya hanya ada dua tokoh protagonis yang namanya hanya disebutkan dengan “Aku dan Kamu” saja. Sedangkan di novel terbarunya dia mulai mengembangkan beberapa karakter yang sepertinya berhasil. Mereka seakan-akan tumbuh menjadi manusia sungguhan, mempunyai wujud dan karakter yang berbeda-beda di pikiran saya. Berbicara tentang karakter, dibandingkan dengan Novel ‘Semua Ikan Di Langit’ karya Ziggy Z, novel ini, menurut saya lebih baik dalam segi penciptaan karakternya. Sedikit Informasi, baik novel Ziggy maupun Dio, keduanya berhasil menjadi juara dari sayembara tahunan DKJ (Dewan Kesenian Jakarta). ...