REMAJA, CINTA DAN TUHAN Aku beranjak dari lamunan ku saat sore. Melihat langit yang sudah berwarna gelap, disertai angin yang sedikit mendinginkan kulit leher. Aku bisa merasakanmu. Aku mencoba memanjat pohon yang ada dihadapanku, dan saat aku merasa sakit karena telapak tanganku yang sedikit lecet aku baru sadar jika aku butuh Kau, tak mungkin bisa tanpa Kau. Aku berlari, menuju keinginanku, tanpa disadari sebenarnya tujuan satu satunya diriku adalah Kau. Maaf, aku terlalu sibuk meludah dan memaki nasib yang Kau buat, atau mungkin aku sendirilah yang sebenarnya membuat kekacauan ini, hemm.. Sementara Kau memperhatikanku, lagi lagi aku terlalu sibuk, kali ini aku sedang menikmati “MASA MUDAKU” Menyentuh, berbohong, beradu hasrat, seakan akan lupa jika ini akan berbuah sesuatu yang mungkin akan merugikan ku kelak. Aku berenang bersama kesenanganku, meminum anggur yang harusnya aku tunggu dulu hingga benar benar nikmat untuk diminum, tapi keegoisanku tak...
Silahkan Masuk, Anggap Saja Kamar Sendiri.