Ketika acara lamaran, aku bisa mengingat hal remeh-temeh yang mungkin tak diingat oleh orang lain, seperti jenis makanan saat itu, aneka kue, buah-buahannya, orang-orang yang menghadiri acara itu. Bahkan tema obrolan saat itu aku juga masih bisa mengingatnya. Begitu pula dengan pernikahannya, ini lebih lengket lagi. Jam berapa, tanggal berapa, cuaca saat itu, lagu yang dinyanyikan oleh biduan saat resepsi, pembicaraan di bangku pelaminan sembari menyapa tamu, dan lainnya. Aku merasa mempunyai daya ingat yang kurang baik, tetapi untuk hal-hal tertentu terlebih yang menyangkut emosional yang tinggi. Momen-momen itu seakan menjadi bagian tubuh kita sendiri, kita tak usah mengingatnya, ia menempel dengan sendirinya, dan jika kita diperintah untuk menceritakannya kembali, deskripsi itu akan muncul berbaris rapi dalam ingatan itu. Semua orang juga merasakan hal itu, aku rasa. Karena begitulah cara kerja sebuah ingatan. Kadang ia mengingatkan kita kepada sebuah hal yang bahkan kita s...
Silahkan Masuk, Anggap Saja Kamar Sendiri.