“Linda, Linda. Bangun, sudah siang, ya ampun. Gadis jaman sekarang malasnya” Terdengar suara galak Papah membangunkanku, aku yang masih lemas sayup-sayup memaksakan kelopak mataku untuk terbuka, namun lebih tak memperdulikan Papah yang sudah berteriak sembari menarik selimut dari tempat tidurku. “LINDA !!!” Papah kali ini benar-benar berteriak dan aku juga benar-benar bangun. “Iya Pah, jadwal bertemu dosen pembimbing jam sembilan, ini masih jam tujuh kan?” “Iya jam tujuh lebih satu jam, cepat mandi atau kamu terpaksa Papah tinggal, Papah tak ingin terlambat untuk rapat kantor hari ini, Apalagi ini hari senin dan kamu tahu, ada perbaikan jalan di rute yang biasa kita lewati, kita pasti akan kena macet” Papah sembari melihat arloji di pergelangan tangan kirinya. “Iya Bos Besar, Bapak Dimas Nugraha” Aku menodongkan mukaku meledek. Aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi dengan sempoyongan, bergegas mandi kemudian bersiap-siap. Aku tak ingin membuat wajah putih Pap...
Silahkan Masuk, Anggap Saja Kamar Sendiri.