Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Rindu yang Tak Terucap

“Kamu terlihat gemukan” suara lembut khas wanita, sembari mencari tempat duduk. “Seperti cantik, gemuk juga bisa dikatakan relatif, tergantung yang menilai” aku membalas tenang. “Oiya, kamu juga terlihat jadi lebih pendek dari biasanya” aku membalas meledek. “Iyalah aku sedang duduk sedangkan kamu berdiri, cepat sana pesan trus duduk sini” jawabnya, sedikit mendongak sembari berusaha membulatkan bola matanya. Suasana saat itu terlihat ramai, beberapa orang sedang asyik menikmati hidangannya, sebagian lainnya sedang menunggu pesanan yang telah mereka pesan sembari berbincang di meja makan, ada juga yang duduk dengan santai sambil memainkan telpon genggamnya sesekali tersenyum dengan sendirinya. “Sambelnya dipisah ya Pa” seseorang yang berdiri sopan mengingatkan pesanannya kembali. Tanpa mmemberi jawaban Bapak pedagang sekaligus pemilik tempat ini dibantu satu pegawainya dengan cekatan membuatkan pesanan dari pelanggan-pelanggannya yang sedari tadi sudah lama mengantri...

SANDRA (be my self)

“Dasar badut !!! engga cape apa?” Malam ini begitu cerah , tapi sayang cerah tak membuat ku bergairah untuk keluar menghabiskan malam di luar. Walaupun ini malam minggu nyatanya aku lebih suka duduk sembari melakukan hal yang aku sukai, menulis. Aku sedang menulis dengan laptopku, yang menurutku benda yang paling mengerti diriku, sesuatu yang tak pernah mengeluh saat aku bercerita tentang apapun. Menurutku lebih baik dengan laptop ketimbang dengan teman, sahabat atau lainnya, mereka memang mendengarkan saat aku berkeluh kesah, tapi kadang masalahku mereka ceritakan kembali kepada orang lain dan hal ini menurutku sangat amat menyebalkan. Dan salah satu yang aku sukai dari menulis adalah aku bisa menjadi siapapun dalam cerita yang aku tulis, pergi ke manapun tanpa harus menggerakan kaki, aku berimajinasi aku serasa bebas. Biar kuceritakan posisiku saat ini. Aku sedang di kamarku yang berukuran lebih kurang tiga kali tiga meter. Aku sedang duduk di bangku dan menatap lay...

Hujan dan Mantan

“Do you remember me?” bersamaan dengan pesan singkat itu bersamaan pula awan hitam nan mendung menyelimuti kota jakarta dan sekitarnya. “Iya Vi, gi manah kabarnya” gue mencoba membalas. “Can u help me to now?” balesan dari pesan gue. “Iya, kenapa ada apa?” gue lagi. “Kamu bisa ga guh jemput aku sekarang” balesan lagi. “Sekarang?” gue dengan sedikit heran. “Aku tunggu kamu, ok!” balesan singkat. Satu setengah tahun yang lalu, gue emang pernah punya hubungan spesial dengan seorang cewe. Namanya Vidia, tapi itu udah satu tahun setengah yang lalu. Dan tepat hari ini setelah dalam jangka waktu yang lama engga berkomunikasi sama sekali, dia tiba tiba sms gue, engga nanyain kabar atau say hallo seperti orang pada umumnya, tapi sms yang ngebuat gue berasa jadi tukang ojek yaitu minta dijemput pulang. Waktu menunjukan pukul lima ketika gue melihat arloji casio yang gue kenakan. “Aku udah di depan vi, kamu di ma-?” suara gue jelas saat mencoba menelfon Vidia, dan terhenti ...