Seharusnya bisa saja aku memberi judul tulisan ini dengan beternak sapi, karena beternak sapi dengan menghadapi ibu-ibu yang sedang marah sama susahnya. Untuk ukuran sapi dewasa, dalam satu hari ia bisa menghabiskan makanan dua kali lebih besar dari berat tubuhnya , sedangkan bertemu dengan ibu-ibu yang yang mulutnya sedang merapal kata-kata makian kau mungkin juga butuh sepertiga harimu untuk menghadapinya. Sama melelahkannya bukan? Cara terbaik menghadapi hidup adalah, ya dengan menghadapi hidup. Mudah, tapi menghadapi ibu-ibu yang sedang marah, tunggu dulu. Tak semudah itu, bung. Kita memang dilahirkan dari rahim ibu, dan tentu saja siapapun ibu yang mulutnya cerewet itu, pasti bukan ibu kita. Kau tahulah ibu kita selalu baik, pun kalau cerewet, karena beliau sayang. Sam pai di sini cukup jelas, kita samakan persepsi, siapa pun ibu-ibu yang s uka marah-marah tanpa alasan yang jelas itu pasti bukan ibu kita sendiri . Saat dapat hadiah dari ibu-ibu cerewet mungkin ada baik...
Silahkan Masuk, Anggap Saja Kamar Sendiri.