Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Bagaimana Cara Menghadapi Ibu-Ibu Cerewet

Seharusnya bisa saja aku memberi judul tulisan ini dengan beternak sapi, karena beternak sapi dengan menghadapi ibu-ibu yang sedang marah sama susahnya. Untuk ukuran sapi dewasa, dalam satu hari ia bisa menghabiskan makanan dua kali lebih besar dari berat tubuhnya , sedangkan bertemu dengan ibu-ibu yang yang mulutnya sedang merapal kata-kata makian kau mungkin juga butuh sepertiga harimu untuk menghadapinya. Sama melelahkannya bukan? Cara terbaik menghadapi hidup adalah, ya dengan menghadapi hidup. Mudah, tapi menghadapi ibu-ibu yang sedang marah, tunggu dulu. Tak semudah itu, bung. Kita memang dilahirkan dari rahim ibu, dan tentu saja siapapun ibu yang mulutnya cerewet itu, pasti bukan ibu kita. Kau tahulah ibu kita selalu baik, pun kalau cerewet, karena beliau sayang. Sam pai di sini cukup jelas, kita samakan persepsi, siapa pun ibu-ibu yang s uka marah-marah tanpa alasan yang jelas itu pasti bukan ibu kita sendiri . Saat dapat hadiah dari ibu-ibu cerewet mungkin ada baik...

Sama Saja

Tidak semua pohon berbuah sama seperti tidak semua usaha mendapatkan hasil sama seperti tidak semua orang banyak uang bahagia sama seperti tidak semua burung bisa terbang sama seperti tidak semua orang tersenyum sedang bergembira sama seperti tidak semua orang banyak bicara punya otak cerdas sama seperti tidak semua orang miskin sengsara sama seperti tidak semua orang jahat tidak punya sisi baik sama seperti tidak semua orang tua bersikap bijak sama seperti tidak semua sungai dalam airnya. sumber gb:pribadi

Satu Menit Saja

Apa yang bisa kau lakukan dengan handphone yang layarnya seukuran dengan kaca spion sebuah mobil. Kau mungkin akan menghubungi beberapa kerabat, teman, atau kolega melalui pesan pendek. Atau kau lebih suka membuka beberapa situs portal berita guna mengetahui perkembangan negara saat ini, walaupun sebenarnya itu sama sekali tak berguna sedikitpun. Disaat seperti ini mungkin botol air mineral bekas lebih berguna dari pada apapun. Pandanganku sudah mulai sedikit rabun, lampu-lampu mobil yang bergerak cepat terlihat seperti kunang-kunang yang mempunyai beribu sayap. Kunang-kunang yang mempunyai mesin, kunang-kunang yang diciptakan dari manusia untuk memudahkan urusan mereka sendiri tapi malah membuat mereka cepat merasa bosan. Oh ya, plastik bekas. Opsi yang cukup masuk akal, hanya saja memilih plastik bekas sama saja kau memilih minum air saat kau lapar, perutmu memang terisi, tapi air tak bisa membuatmu keyang sama sekali, singkatnya: kau cuma kembung. Plastik memang banyak gunan...

Kesialan Menjadi Manusia

sumber gb: ekakurniawan.com Kalau tahu jadi manusia se-engga-enak ini, dulu aku pasti tak akan memilih untuk menjadi manusia, aku mungkin akan lebih memilih untuk menjadi, emmm.. mungkin akan jadi ketumbar saja. Aku rasa menjadi ketumbar lebih baik dari pada menjadi manusia. Kau tak akan repot-repot melakukan seperti apa yang dilakukan oleh manusia, kau hanya akan menjadi bumbu masak, lalu kau akan dimasak dimakan dan kemudian jadi tahi. Tidak ada beban. “Kamu sudah berapa lama jadi manusia?” tanyaku ketika tak sengaja bertemu dengan mantan ikan lele yang sekarang menjadi manusia. “Kurang lebih sekitar enam tahun dua bulan tiga belas hari dua jam empat puluh lima menit dan enam detik pas ketika aku menyelesaikan kalimat ini” dia duduk dan meminum minuman kaleng yang tadi dibelinya. Kita tak sengaja bertemu di mini market yang di terasnnya terdapat meja dan tempat duduk untuk para pengunjung. “Kau menikmatinya?” tanyaku sambil mencari alasan agar aku percaya akan jawa...