Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Cerita Dihari Libur Panjang

Cerita ini sebenarnya engga terlalu pantes-pantes banget buat diceritain, tapi gue ngerasa pengen aja buat nulis cerita ini, nulis tentang kegiatan apa aja yang gue lakuin pas waktu libur kemaren. Mungkin dari kalian juga ada yang waktu liburannya diisi dengan hal-hal yang membuat kalian seneng, kegiatan yang jadi moodbooster untuk suasani hati yang lagi kacau. Libur kerja gue emang bisa dibilang aneh, karena jika kebanyakan orang kerja libur dihari sabtu dan minggu gue malah libur dihari selasa dan hari rabu. Dan.. Libur kerja diminggu kemarin bisa dibilang libur kerja yang panjang karena dihari kamis dan jum'at adalah tanggal merah, alhasil libur gue jadi manjang jadi 4 hari. Libur selama 4 hari itu engga gue sia-siain. Dan di sini gue bakal ceritain hal-hal apa aja yang gue lakuin atau gue alamin di hari libur gue. Langsung aja ya. 1. Nahan Kencing Ini adalah sebuah mukadimah aneh yang mewarnai liburan gue. Sebelumnya gue emang udah berencana untuk mengisi w...

Tuhan, Tolong Sampaikan Ucapan "Selamat Hari Ibu" saya

“Andai air mata bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal, mungkin mereka sudah hidup kembali sejak dulu” Apa ada yang lebih menyakitkan dari kematian orang yang kita sayangi? Karena memang betapa sakit ketika kita sudah merasa mempunyai sesuatu, tetapi seketika itu juga Sang pemegang kuasa, Sang pemilik segalanya mengambil sesuatu itu. Analogikanya, seorang petani yang dititipi sebuah benih dari seorang Tuan, si petani tanam benih itu, dia pupuk dan rawat benih itu dengan sebaik-baiknya, tak dia biarkan satupun hama merusaknya. Hingga seiring berjalannya waktu petani itu lupa bahwa dia hanyalah seorang buruh, dia tak mempunyai hak secuilpun untuk mantan benih yang sudah besar itu. Dia lupa bahwa titipan itu bisa diambil kapanpun sang pemilik ingin mengambilnya. Dan ketika titipan yang begitu dia cintai itu diambil, terciptalah sebuah tangisan yang jika semua air kesedihan itu diakumulasikan mungkin jumlahnya lebih dari bisa untuk membuat sebuah danau. Saya setuju dengan So...

Cinta Tak Harus Dipaksa

Cahaya rembulan masih setia menyinari malam, tak terlalu terang tak redup pula, pas, seakan-akan sudah ditakar matang-matang oleh sang pencipta. Dan pastinya sebagai tanda kesempurnaanNya. Sedangkan kita masih saja duduk diam tanpa bicara, entah sudah berapa lama. Aku sendiri masih bingung harus memulai ini dari mana, dan seperti dugaanku, kaupun hanya bisa diam. Entah itu malu atau memang bingung harus berkata apa, sama sepertiku. “Kamu yakin San?” aku akhirnya memulai. Kau tak menjawab hanya menatapku setelah sebelumnya selalu menunduk. “Kamu sudah benar-benar yakin San?” Aku lagi. Kadang hidup memang tak adil, atau mungkin hidup ini memang adil karena ada beberapa bagian dari hidup yang tak adil, setengah adil setengah lagi tidak hingga menjadi seimbang, adil. Aku keturunan asli Tionghoa, anak kedua dari dua bersaudara. Dari dua anak itu, aku dan kakakku. Akulah yang dianggap paling cerdas oleh keluargaku. Begitulah orang Cina , ketika ada anak yang...