Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Maling (Monyet, Babi dan Anjing)

Hari itu masih terlalu pagi untuk seorang kakek bangun dari tidurnya. Kenyataannya hampir semua orang tua selalu bangun di siang hari. Ya, mungkin karena mereka sedang berlatih untuk menghadapi tidur panjangnya nanti. Dan, pagi itu pula menjadi sebuah saksi di mana beberapa mahkluk ciptaan Tuhan sedang membuktikan kecerdasan-kecerdasan mereka dalam beretotika: berdebat, dan (mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk ketiganya) mereka adalah Anjing, Babi dan monyet. "Bangsat memang, jadi selama ini ada pengkhianat diantara kita" Monyet mengulirkan bola panas melalui mulut lebar nan bau itu. "Terserah lah, tapi aku tak pernah sekalipun masuk ke ruangan busuk itu, kalian tahu, kan, dalam urusan makan, aku tak serakus seperti kalian" bantah Anjing. Dan dengan suara seperti suara hewan bertubuh gendut di film-film, Babi kotor itu memulai sabdanya "Ya.. Tapi, semua orang tahu, kau suka mengubur barang-barang, bahkan milik orang lain" "Diam kau...

Angkringan

Aku tak tahu sudah berapa lama aku berada di sini, seingatku sudah satu jam, atau mungkin dua jam, entahlah. Nyatanya aku memang seorang pelupa. Dan memang tak ada gunanya mengingat sesuatu yang tak penting. Jarak dari kosanku ke sini kurang lebih hanya empat ratus meter, tapi aku lebih memilih menggunakan sepeda motor daripada berjalan kaki, itu aku sebut sebagai bentuk rasa sayangku terhadap lemak-lemak di dalam tubuhku. Ya, aku rasa lemak juga butuh kasih sayang. Tentang lemak, aku jadi teringat seseorang, teman kuliah ku. Perutnya buncit, dan dia  tidak  sedang hamil, dia laki-laki. "Anjing, tadi gue baca artikel, ternyata kalau perut buncit itu bisa bikin sakit jantung" katanya sambil makan gorengan yang entah itu sudah gorengan keberapa yang ia makan. Tahu di mana letak keanehannya? Sudahlah. "Mas mau pesen apa?" suara mas-mas mengagetkanku. "Gorengan, ada mas?" tanyaku "Ada mas" jawabnya "Sepuluh mas!" "Mau dibaka...