Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

SAYANG

Sayanggg... Ehem ehem  (batuk wibawa).. sepanjang tulisan ini aku bakalan manggil kamu dengan kata “SAYANG” dan aku harap kamu membayangkan aku menyebut kata “SAYANG” itu dengan nada yang lemah lembut dan dengan raut wajah yang paling romantis yang pernah kamu temui sebelumnya, karena salah satu kehebatan tulisan adalah bisa bermakna sesuai dengan imajinasi pembacanya. Ada baiknya kamu latihan dulu. “Sayang... Kamu sayang ga’ sama aku?” Udah bisa berimajinasi wajah aku yang romantis belum Sayang? Oke, sekali lagi, kali ini kamu harus bener-bener bayangin kalo aku masang raut wajah yang tulus nan romantis yah. “Sayanggggg....... I LOVE U  so much” yang ini pasti berhasil (Kalo belum, diulang lagi ya bacanya) Baiklah aku mulai ya sayanggg... Semoga dengan aku nulis ini kamu ga’ menyangka aku seperti anak SMA yang suka nulis-nulis nama pacarnya di tembok,di papan tulis, di baju, di lantai, atau di celana dalam, eh- (kayanya yang terakhir ...

JANJI

Senyum tipis tanda bersedih. Langkah pelan tanda meragu. Seperti apa rasanya tak bernyawa? Seperti apa pula dikhianati? Terang menatap bulan, berucap seakan bisa menepati. Sendu makin menjadi ketika yang terucap janji palsu. Aku berdiri di tengah sendu rasa berkhianat. Berkhianat kepada purnama yang bercahaya penuh. Lama aku berdiri, Aku berjanji kembali. Belum redup sinar purnama, janji kembali telah dikhianati. Seperti apa rasanya dikhianati? Sesal menjadi angin disiang hari, membuka simpul yang kusut serta meluruskannya. Mudah untuk angin melakukannya, Angin adalah utusanNya. Lambat laun aku menjadi kupu-kupu indah yang mengepakan sayap seraya berjanji lalu terbang. Tapi setelah terbang tinggi, aku berkhianat kembali. Seperti apa rasanya dikhianati? Maaf. Teguh, 15-3-2015 Ngomongin tentang janji, gue yakin semua orang pernah berjanji apapun janjinya. Seperti siang dan malam yang berpasangan, janji juga berpasangan den...

Hilangnya Lampion Biru

Lampion Biru adalah pusaka laut yang sangat penting bagi kehidupan laut, dengan Lampion Biru kehidupan laut menjadi seimbang, laut bisa dihuni, kehidupan menjadi biru nan indah, dan lampion biru adalah sumber cahaya dan energi yang paling utama untuk kehidupan laut. Lampion Biru disimpan oleh kerajaan dunia laut, kerajaan yang memimpin kehidupan laut dan seisinya. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana, dia adalah yang mulia Raja Paus. Karena rindu akan keindahan sinar biru Lampion Biru, suatu ketika sang Raja Paus yang bijaksana ingin melihat lampion biru itu. Raja paus yang bijaksana kemudian memerintahkan Menteri Micumi-cumi untuk mengambil lampion biru tersebut. “Menteri Micumi, tolong ambilkan peti lampion biru, aku rindu akan sinarnya, aku ingin melihatnya” suara Raja Paus lirih namun terdengar amat bijaksana. “Baik, Tuan Raja” Menteri Micumi segera mengambil peti tempat di mana lampion biru itu tersimpan. Ketika peti sudah di tangan Raj...