Sayanggg... Ehem ehem (batuk wibawa).. sepanjang tulisan ini aku bakalan manggil kamu dengan kata “SAYANG” dan aku harap kamu membayangkan aku menyebut kata “SAYANG” itu dengan nada yang lemah lembut dan dengan raut wajah yang paling romantis yang pernah kamu temui sebelumnya, karena salah satu kehebatan tulisan adalah bisa bermakna sesuai dengan imajinasi pembacanya. Ada baiknya kamu latihan dulu. “Sayang... Kamu sayang ga’ sama aku?” Udah bisa berimajinasi wajah aku yang romantis belum Sayang? Oke, sekali lagi, kali ini kamu harus bener-bener bayangin kalo aku masang raut wajah yang tulus nan romantis yah. “Sayanggggg....... I LOVE U so much” yang ini pasti berhasil (Kalo belum, diulang lagi ya bacanya) Baiklah aku mulai ya sayanggg... Semoga dengan aku nulis ini kamu ga’ menyangka aku seperti anak SMA yang suka nulis-nulis nama pacarnya di tembok,di papan tulis, di baju, di lantai, atau di celana dalam, eh- (kayanya yang terakhir ...
Silahkan Masuk, Anggap Saja Kamar Sendiri.