Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Harapan, Ulang Tahun dan Hal Istimewa Dalam Setahun

Seorang teman kuliah pernah bercerita bahwa setelah lulus nanti ia berharap bisa bekerja di sebuah perusahaan kontraktor, menjadi orang lapangan dengan tampilan maskulin dengan rambut gondrong dan sepatu kulit yang harganya di atas satu juta. Beberapa teman kerja juga tak sedikit yang ingin menjadi seorang petani saja. Lari dari hingar bingar suara mesin industri dan memilih meenggunakan lahan untuk bertahan hidup. Jika otakku adalah sebuah bank, mungkin ia akan menjadi sebuah bank harapan. Karena hampir di semua waktu dan tempat aku selalu melihat dan menemukan harapan-harapan itu seperti laron yang hinggap di lampu neon. Ada banyak hal menarik tentang harapan, tetapi aku akan menceritakan beberapa hal lain terlebih dahulu. Dua puluh lima tahun adalah jumlah angka tak sedikit jika dilihat untuk ukuran usia, seperti hal-hal baik waktu rasa-rasanya begitu cepat sekali berlalu. Dan pertanyaan yang berputar-putar seharian ini di dalam kepalaku adalah “kau telah melakukan ...

Wedding Anniversary - Setahun Sudah

Ketika acara lamaran, aku bisa mengingat hal remeh-temeh yang mungkin tak diingat oleh orang lain, seperti jenis makanan saat itu, aneka kue, buah-buahannya, orang-orang yang menghadiri acara itu. Bahkan tema obrolan saat itu aku juga masih bisa mengingatnya. Begitu pula dengan pernikahannya, ini lebih lengket lagi. Jam berapa, tanggal berapa, cuaca saat itu, lagu yang dinyanyikan oleh biduan saat resepsi, pembicaraan di bangku pelaminan sembari menyapa tamu, dan lainnya. Aku merasa mempunyai daya ingat yang kurang baik, tetapi untuk hal-hal tertentu terlebih yang menyangkut emosional yang tinggi. Momen-momen itu seakan menjadi bagian tubuh kita sendiri, kita tak usah mengingatnya, ia menempel dengan sendirinya, dan jika kita diperintah untuk menceritakannya kembali, deskripsi itu akan muncul berbaris rapi dalam ingatan itu. Semua orang juga merasakan hal itu, aku rasa. Karena begitulah cara kerja sebuah ingatan. Kadang ia mengingatkan kita kepada sebuah hal yang bahkan kita s...

Munir, HAM dan Keadilan yang Masih Buta

Hari-hari bersejarah apa saja yang orang kebanyakan bisa ingat. Hari kemerdekaan, hari kartini, valentine atau yang semua orang hafal: tahun baru. Tapi banyak mungkin yang belum tahu, tepat hari ini tanggal 7 September, seseorang yang sebagian hidupnya didedikasikan untuk membela kebebasan hak orang lain, memperbaiki mesin-mesin keadilan yang hilang akibat tiran. Orang lebih suka menyebutnya aktivis HAM. Mari berkenalan dahulu dengan orang ini. Lahir di Malang 8 Desember 1965, dari seorang bapak keturunan Arab pedagang dan ibu asli Jawa (Malang). Tak ada yang istimewa dari masa kecilnya, hanya sewaktu SMA dia pernah hampir menikam seorang guru karena memanggilnya dengan sebutan ‘Arab’. “Saat kecil hingga SMA saya tidak suka ketika dipanggil ‘Arab’.”  Begitu katanya saat diwawancara. Menamatkan studi Hukumnya di Fakultas Brawijaya pada tahun 1989. Saat kuliah ia juga aktif dalam berorganisasi, salah satunya pernah menjadi anggota dari HMI (himpunan Mahasiswa Islam I...

Review Novel ‘24 Jam Bersama Gaspar—Siapakah Detektif yang Sesunguhnya’

sumber gb: Instagram Novel ini adalah novel kedua dari penulis muda Sabda Armandio Alif, novel pertamanya berhasil menuai banyak pujian dari berbagai media, termasuk dinobatkan sebagai salah satu novel terbaik versi majalah rolling stones indonesia tahun 2015. Dibandingkan novel pertamanya, Dio sepertinya sedang bermain-main dengan caranya menghidupkan karakter, novel pertamanya hanya ada dua tokoh protagonis yang namanya hanya disebutkan dengan “Aku dan Kamu” saja. Sedangkan di novel terbarunya dia mulai mengembangkan beberapa karakter yang sepertinya berhasil. Mereka seakan-akan tumbuh menjadi manusia sungguhan, mempunyai wujud dan karakter yang berbeda-beda di pikiran saya. Berbicara tentang karakter, dibandingkan dengan Novel ‘Semua Ikan Di Langit’ karya Ziggy Z, novel ini, menurut saya lebih baik dalam segi penciptaan karakternya. Sedikit Informasi, baik novel Ziggy maupun Dio, keduanya berhasil menjadi juara dari sayembara tahunan DKJ (Dewan Kesenian Jakarta). ...

Bertemu Dengan Penulis Favorit

Ketika sampai di lokasi jam menunjukan sekitar pukul tujuh tiga puluh malam, saya terlambat setegah jam. Acara tersebut (20-Mei-2017)berlokasi di daerah Karawang, karena kebetulan saya pernah bekerja di Karawang selama dua tahun jadi untuk mencari lokasi acara tersebut saya tak perlu membuang-buang waktu yang lama. Salah satu alasan saya datang terlamabat adalah, saat di rumah saya sempat ragu. Apakah akan berangkat atau tinggal di rumah saja menikmati malam minggu. Karena kebetulan rumah saya di daerah timur Jakarta, jika dilihat dari maps jarak dari rumah dan lokasi sekitar lebih kurang 50 km. Cukup jauh. Tapi, setelah menggunakan prinsip “ Rasa penyesalan yang datang karena tidak melakukan sesuatu hal yang telah direncanankan akan lebih menyakitkan daripada menyesal karena telah mengerjakan apa yang telah direncanakan ” maka akhirnya saya memutuskan untuk pergi. Lokasinya di sebuah kafe, saat saya memasuki kafe tersebut suasana sudah cukup ramai, saya juga melihat seora...

Review Novel Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sebelum memulai ke pertunjukan utama anggap saja ini sajian pembuka, seperti band pembuka di sebuah konser akbar. Ada beberapa hal yang menurut saya (sebagai pembaca) mengganjal dalam hati mengenai novel ini (selain covernya yang sedikit mirip dengan novel i'll give u the sun) Yang pertama adalah, beberapa hal yang menurut saya harusnya dipersingkat, dengan arti lain adalah beberapa bagian novel ini mempunyai informasi yang diulang-ulang, walaupun tidak membosankan, tetapi demi menghemat kertas, biaya produksi, dan tingkat kebosanan pembaca harusnya bisa dipersingkat saja. Misalnya dalam penjelasan mengenai teh. Percakapan yang berkaitan tentang teh beberapa bagian diulang-ulang, walaupun dengan kalimat yang berbeda tetapi saya merasa itu mempunyai informasi yang sama. Karena jika penulis ingin menjadikan ‘teh’ sebagai sarana pengantar cerita saya rasa porsi dalam novel tersebut bisa dipangkas lagi, toh beberapa bagian hanya berisikan informasi yang mungkin ingin menunju...