Lampion Biru adalah pusaka laut yang sangat penting bagi kehidupan laut,
dengan Lampion Biru kehidupan laut menjadi seimbang, laut bisa dihuni,
kehidupan menjadi biru nan indah, dan lampion biru adalah sumber cahaya dan
energi yang paling utama untuk kehidupan laut.
Lampion Biru disimpan oleh kerajaan dunia laut, kerajaan
yang memimpin kehidupan laut dan seisinya. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang
raja yang arif dan bijaksana, dia adalah yang mulia Raja Paus.
Karena rindu akan keindahan sinar biru Lampion Biru,
suatu ketika sang Raja Paus yang bijaksana ingin melihat lampion biru itu.
Raja paus yang bijaksana kemudian memerintahkan Menteri Micumi-cumi untuk mengambil lampion biru tersebut.
Raja paus yang bijaksana kemudian memerintahkan Menteri Micumi-cumi untuk mengambil lampion biru tersebut.
“Menteri Micumi, tolong ambilkan peti lampion biru, aku
rindu akan sinarnya, aku ingin melihatnya” suara Raja Paus lirih namun
terdengar amat bijaksana.
“Baik, Tuan Raja” Menteri Micumi segera mengambil peti tempat di mana lampion biru itu tersimpan.
“Baik, Tuan Raja” Menteri Micumi segera mengambil peti tempat di mana lampion biru itu tersimpan.
Ketika peti sudah di tangan Raja Paus yang bijaksana dan
sang Raja telah membukanya, Raja Paus yang bijaksana langsung kaget. Lampion Biru
itu tidak ada di tempatnya. Lampion Biru sumber energi dan cahaya seluruh laut
itu telah hilang.
Raja Paus yang bijaksana seketika itu langsung
memerintahkan beberapa pengawal dan prajuritnya untuk menyelidiki siapa yang
telah berani mencuri pusaka lampion biru tersebut, akhirnya setelah diselidiki
ternyata lampion biru sumber cahaya dunia laut itu telah dicuri oleh monster
Huahiu. Monster Huahiu adalah monster jahat. Dengan kekuatannya yang digabung
dengan kekuatan lampion biru dia ingin menguasi dunia laut, dia ingin menjadi
penguasa dari dunia laut.
Berita hilangnya lampion biru itu telah menyebar ke
seluruh penjuru wilayah kerajaan dunia laut, dan dunia laut kian hari kian
gelap sinar biru mulai redup, kehidupan mulai tak seimbang akibat lampion biru
hilang, Sang Raja Paus yang bijaksana tak bisa membiarkan kejadian ini terus
menerus, Raja Paus yang bijaksana akhirnya memerintahkan pangeran cerdas,
tangguh nan pemberani yaitu pangeran Lumbalia.
Keputusan itu diambil setelah Sang Raja diberi nasehat
oleh penasehat Raja Gurukura yang arif, walaupun hal itu sebenarnya tidak
disetujui oleh menteri Micumi-cumi, Menteri micumi menganggap Pangeran tangguh
nan cerdas pangeran Lumbalia tidak akan bisa menghadapi Monster Huahiu yang
begitu kuat, apalagi saat ini kekuatannya ditambah oleh kekuatan lampion biru,
pasti kekuatannya akan bertambang berkalilipat dari sebelumnya.
Menteri Micumi menganggap hanya dirinyalah yang sanggup
menghadapi Monster Huahiu, selain menjadi menteri dari kerajaan dunia laut
Menteri Micumi dahulu adalah seorang panglima perang yang hebat. Tapi, sekarang
Menteri Micumi adalah seorang menteri kerajaan dunia laut bukan lagi seorang
panglima perang dan Raja Puas akhirnya tetap memerintahkan Pangerang cerdas nan
tangguh pangeran Lumbalia untuk mengambil kembali lampion biru dari tangan
Monster Huahiu yang jahat.
“Pangeran Lumbalia, apakah engkau siap dengan apapun yang
akan aku perintahkan terhadapmu?” Raja Paus yang bijaksana bertanya kepada
Pangeran Lumbalia.
“Aku siap Tuan Raja” jawab Pangeran.
“Walaupun itu berbahaya untuk dirimu?” Raja Paus kembali bertanya.
“Hamba siap Tuan Raja” jawab Pangeran Lumbalia dengan gagah.
“Aku siap Tuan Raja” jawab Pangeran.
“Walaupun itu berbahaya untuk dirimu?” Raja Paus kembali bertanya.
“Hamba siap Tuan Raja” jawab Pangeran Lumbalia dengan gagah.
“Baik, wahai pangeran cerdas nan gagah Pangeran Lumbalia,
aku perintahkan kau untuk pergi mengambil Lampion biru dari monster jahat
Huahiu” Suara lirih Raja Paus sembari memegang pundak Pangeran Lumbalia.
“Baik Tuan Raja Paus” jawab pangeran Lumbalia dengan tegas.
“Baik Tuan Raja Paus” jawab pangeran Lumbalia dengan tegas.
“Tunggu, aku ikut. Aku akan membantu Pangeran Lumbalia
untuk menghadapi Monster Huahiu, aku akan menemani Pangeran Lumbalia” menteri
micumi-cumi berkata secara tiba-tiba.
Suasana seketika menjadi lenggang.
Setelah beberapa lama.
Setelah beberapa lama.
“Gurukura bagaimana pendapatmu?” Raja Paus bertanya kepada Gurukura yang
arif dan bijak.
“Menurut hamba ijinkan Menteri Micumi untuk mendampingi
sang Pangeran Tuan. Dunia laut kini semakin gelap dan kehidupan lautpun sudah
tak seimbang, Menteri Micumi akan menambah kekuatan kita untuk menghadapi
Monster Huahiu, semakin cepat kita mendapatkan kembali lampion biru itu akan
semakin baik Tuan” jawab penasehat raja
Gurukura.
“Menteri micumi, apakah kau siap untuk pergi menghapi
Monster Huahiu bersama Pangeran Lumbalia?” tanya Raja Paus.
“Hamba dengan senang hati mengemban tugas ini Tuan” jawab Menteri Micumi-cumi dengan sigap.
“Hamba dengan senang hati mengemban tugas ini Tuan” jawab Menteri Micumi-cumi dengan sigap.
Dengan ditemani Menteri Micumi-cumi, Pangeran Lumbalia
kemudian berangkat untuk mengambil kembali lampion biru dari Monster jahat
Huahiu.
Setelah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan, Pangeran cerdas nan
tangguh Pangeran Lumbalia akhirnya sampai di gua tempat monster jahat Moster Huahiu, gua itu sekarang terlihat biru, terang sekali.
Cahaya lampion birulah yang ternyata telah membuatnya menjadi seperti itu.
Dengan suara lantang nan gagah, Pangeran Lumbalia
berteriak memanggil monster jahat Monster Huahiu.
“Keluar kau Monster Huahiu, hadapi aku” teriak Pangeran
Lumbalia.
Dan setelah menunggu, monster jahat Monster Huahiupun
akhirnya keluar dari gua tempat persembunyiannya.
“Ha ha ha.. rupanya kau Lumbalia, berani sekali kau
datang sendirian untuk menghadapiku” Monster Huahiu tertawa.
Pangeran Lumbalia memang saat itu sendirian, di
pertengahan jalan tadi Menteri Micumi meminta agar Pangeran Lumbalia untuk
meninggalkannya, dia ingin beristirahat, perjalanan jauh itu membuat Menteri
Micumi kelelahan.
“Walau sendiri aku tak akan takut untuk menghadapi
monster jahat seperti kau, Monster Huahiu” Pangeran Lumbalia dengan gagah.
“Ha ha ha..” Monster Huahiu hanya tertawa.
“Ha ha ha..” Monster Huahiu hanya tertawa.
“Cepat kembalikan Pusaka lampion biru milik kerajaan
Dunia Laut yang telah kau curi” Pangeran
Lumbalia kembali berbicara dengan gagah.
“Ha ha ha, aku tak pernah mencurinya Pangeran Lumbalia, tapi lampion biru ini sekarang sudah menjadi milikku” Monster Huahiu sembari memegang dan kemudian menunujukan lampion biru ke Pangeran Lumbalia.
“Ha ha ha, aku tak pernah mencurinya Pangeran Lumbalia, tapi lampion biru ini sekarang sudah menjadi milikku” Monster Huahiu sembari memegang dan kemudian menunujukan lampion biru ke Pangeran Lumbalia.
“Ah, mana mungkin kau akan mengaku” Pangeran Lumbalia
sembari menyerang Monster Huahiu dengan pedang saktinya, yang kemudian ditangkis
dengan pedang raksasa Monster Huahiu.
Dan akhirnya petarungan sengitpun tak bisa dihindari,
pangeran cerdas nan tangguh Pangeran Lumbalia kini sedang melawan monster jahat
Monster Huahiu.
Beberapa serangan dari Pangeran Lumbalia ke Monster Huahiu,
beberapa diantaranya tepat sasaran, tapi juga ada yang meleset. Begitu pun
serangan yang dibuat oleh Monster Huahiu. Percikan api bertebaran, suara
pedanng beradu terdengar begitu nyaring. Pertarungan berlangsung begitu sengit.
Dan dengan susah payah dan dengan sedikit sisa tenaga
yang dimiliki, akhirnya Pangeran Lumbalia hampir memenangkan pertarungan.
Dan dengan satu serangan terakhir, Monster Huahiu kalah.
Monster Huahiu kini sudah tak berdaya dan lampion birupun kini sudah di tangan
Pangeran Lumbalia.
Tetapi beberapa saat kemudian, ada serangan yang
menyerang pangeran Lumbalia secara tiba-tiba dari belakang dan mengakibatkan
sang Pangeran yang saat ini sedang lemah akibat pertarungan melawan Monster
Huahiu jatuh tersungkur tak berdaya.
“Kau memang hebat Pangeran, tapi kau tak akan mampu
menandingiku” suara itu terdengar jelas.
“Uhuk..” Sembari batuk Pangeran Lumbalia menengok kearah suara sekaligus arah serangan yang tadi menyerangnya. Dan betapa kagetnya sang Pangeran ternyata suara itu adalah suara dari Menteri micumi-cumi. Menteri Micumi-cumi telah menyerangnya.
“Uhuk..” Sembari batuk Pangeran Lumbalia menengok kearah suara sekaligus arah serangan yang tadi menyerangnya. Dan betapa kagetnya sang Pangeran ternyata suara itu adalah suara dari Menteri micumi-cumi. Menteri Micumi-cumi telah menyerangnya.
“Dengan lampion biru ini Aku akan menguasi Dunia Laut,
dan kalian semua akan tunduk padaku” Menteri Micumi-cumi sembari memegang
lampion biru yang tadi diambil dari sang Pangeran.
Ternyata Menteri Micumi-cumi juga ingin mendapatkan
kekuatan dari lampion biru, dia juga ingin menjadi penguasa Dunia Laut. Dia
berpura-pura kelelahan saat perjalanan padahal itu hanya siasat dia agar dia
bisa mendapatkan lampion biru tanpa beratarung, tanpa sepengetahuan pangeran,
diam-diam dia mengikuti perjalanan Pangeran dari belakang. Dia memang licik.
“Tapi, Raja Paus akan marah jika kau tak mengembalikan
lampion biru itu” suara pangeran lirih menahan sakit. Sementara di sudut lain
Monster Huahiu sudah tak berdaya sama sekali.
“Aku tak peduli, aku akan menjadi pengusa, ha ha ha” jawab Menteri
Micumi-cumi dengan tertawa.
“Tak akan kubiarkan itu” Pangeran Lumbalia mencoba bangkit dan menyerang
Menteri Micumi-cumi, tapi itu sia-sia karena serangannya di tangkis oleh
Menteri Micumi-cumi dan dengan satu kali serangan balasan, Menteri Micumi-cumi
benar-benar membuat sang Pangeran semakin tak berdaya.
Setelah membuat Pangeran Lumbialia terkapar, Menteri
Micumi-cumi kemudian melangkah pergi untuk meninggalkan Pangeran Lumbalia.
Tetapi, sang Pangeran cerdas nan tangguh Pangeran
Lumbalia tidak pantang menyerah, dengan sedikit sisa tenaganya dia meraih
pedang saktinya dan kemudian melemparkannya ke arah Menteri Micumi yang sedang
melangkah pergi.
Dan tanpa diduga, lemparan pedang dari Pangeran Lumba Lia
tepat mengenai Menteri Micumi-cumi, Menteri Micumi-cumi yang licik itupun
akhirnya bisa dikalahkan oleh pangeran tangguh nan cerdas Pangeran Lumba Lia.
Lampion BIru akhirnya bisa didapatkan kembali, dan
pangeran Lumba Lia kembali ke Kerajaan Dunia Laut untuk menyerahkan Pusaka
Lampion Biru kepada Raja yang terhormat Raja Paus.
Kini Lampion Biru sudah tersimpan di Kerajaan Dunia Laut.
Dan sebagi hadiah, Pangeran cerdas nan tangguh Pangeran Lumba Lia diangkat
menjadi Menteri Kerajaan Dunia Laut, dia menggantikan menteri licik Menteri
Micumi-cumi yang sudah menghianati Raja Paus yang terhormat.
Dunia Laut dan seisinya pun kini menjadi biru berenergi
kembali, kehidupan laut menjadi seimbang. Dan semua menjadi seperti sedia kala.
Menjadi indah dan damai.

Bagus dongengnya....
BalasHapus