Langsung ke konten utama

Hilangnya Lampion Biru

Lampion Biru adalah pusaka laut yang sangat penting bagi kehidupan laut, dengan Lampion Biru kehidupan laut menjadi seimbang, laut bisa dihuni, kehidupan menjadi biru nan indah, dan lampion biru adalah sumber cahaya dan energi yang paling utama untuk kehidupan laut.


Lampion Biru disimpan oleh kerajaan dunia laut, kerajaan yang memimpin kehidupan laut dan seisinya. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana, dia adalah yang mulia Raja Paus.

Karena rindu akan keindahan sinar biru Lampion Biru, suatu ketika sang Raja Paus yang bijaksana ingin melihat lampion biru itu.
Raja paus yang bijaksana kemudian memerintahkan Menteri Micumi-cumi untuk mengambil lampion biru tersebut.

“Menteri Micumi, tolong ambilkan peti lampion biru, aku rindu akan sinarnya, aku ingin melihatnya” suara Raja Paus lirih namun terdengar amat bijaksana.
“Baik, Tuan Raja” Menteri Micumi segera mengambil peti tempat di mana lampion biru itu tersimpan.

Ketika peti sudah di tangan Raja Paus yang bijaksana dan sang Raja telah membukanya, Raja Paus yang bijaksana langsung kaget. Lampion Biru itu tidak ada di tempatnya. Lampion Biru sumber energi dan cahaya seluruh laut itu telah hilang.

Raja Paus yang bijaksana seketika itu langsung memerintahkan beberapa pengawal dan prajuritnya untuk menyelidiki siapa yang telah berani mencuri pusaka lampion biru tersebut, akhirnya setelah diselidiki ternyata lampion biru sumber cahaya dunia laut itu telah dicuri oleh monster Huahiu. Monster Huahiu adalah monster jahat. Dengan kekuatannya yang digabung dengan kekuatan lampion biru dia ingin menguasi dunia laut, dia ingin menjadi penguasa dari dunia laut.

Berita hilangnya lampion biru itu telah menyebar ke seluruh penjuru wilayah kerajaan dunia laut, dan dunia laut kian hari kian gelap sinar biru mulai redup, kehidupan mulai tak seimbang akibat lampion biru hilang, Sang Raja Paus yang bijaksana tak bisa membiarkan kejadian ini terus menerus, Raja Paus yang bijaksana akhirnya memerintahkan pangeran cerdas, tangguh nan pemberani yaitu pangeran Lumbalia.

Keputusan itu diambil setelah Sang Raja diberi nasehat oleh penasehat Raja Gurukura yang arif, walaupun hal itu sebenarnya tidak disetujui oleh menteri Micumi-cumi, Menteri micumi menganggap Pangeran tangguh nan cerdas pangeran Lumbalia tidak akan bisa menghadapi Monster Huahiu yang begitu kuat, apalagi saat ini kekuatannya ditambah oleh kekuatan lampion biru, pasti kekuatannya akan bertambang berkalilipat dari sebelumnya.

Menteri Micumi menganggap hanya dirinyalah yang sanggup menghadapi Monster Huahiu, selain menjadi menteri dari kerajaan dunia laut Menteri Micumi dahulu adalah seorang panglima perang yang hebat. Tapi, sekarang Menteri Micumi adalah seorang menteri kerajaan dunia laut bukan lagi seorang panglima perang dan Raja Puas akhirnya tetap memerintahkan Pangerang cerdas nan tangguh pangeran Lumbalia untuk mengambil kembali lampion biru dari tangan Monster Huahiu yang jahat.

“Pangeran Lumbalia, apakah engkau siap dengan apapun yang akan aku perintahkan terhadapmu?” Raja Paus yang bijaksana bertanya kepada Pangeran Lumbalia.
“Aku siap Tuan Raja” jawab Pangeran.
“Walaupun itu berbahaya untuk dirimu?” Raja Paus kembali bertanya.
“Hamba siap Tuan Raja” jawab Pangeran Lumbalia dengan gagah.



“Baik, wahai pangeran cerdas nan gagah Pangeran Lumbalia, aku perintahkan kau untuk pergi mengambil Lampion biru dari monster jahat Huahiu” Suara lirih Raja Paus sembari memegang pundak Pangeran Lumbalia.
“Baik Tuan Raja Paus” jawab pangeran Lumbalia dengan tegas.

“Tunggu, aku ikut. Aku akan membantu Pangeran Lumbalia untuk menghadapi Monster Huahiu, aku akan menemani Pangeran Lumbalia” menteri micumi-cumi berkata secara tiba-tiba.

Suasana seketika menjadi lenggang.
Setelah beberapa lama.

“Gurukura bagaimana pendapatmu?” Raja Paus bertanya kepada Gurukura yang arif dan bijak.


“Menurut hamba ijinkan Menteri Micumi untuk mendampingi sang Pangeran Tuan. Dunia laut kini semakin gelap dan kehidupan lautpun sudah tak seimbang, Menteri Micumi akan menambah kekuatan kita untuk menghadapi Monster Huahiu, semakin cepat kita mendapatkan kembali lampion biru itu akan semakin baik Tuan”  jawab penasehat raja Gurukura.

“Menteri micumi, apakah kau siap untuk pergi menghapi Monster Huahiu bersama Pangeran Lumbalia?” tanya Raja Paus.
“Hamba dengan senang hati mengemban tugas ini Tuan” jawab Menteri Micumi-cumi dengan sigap.

Dengan ditemani Menteri Micumi-cumi, Pangeran Lumbalia kemudian berangkat untuk mengambil kembali lampion biru dari Monster jahat Huahiu.

Setelah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan, Pangeran cerdas nan tangguh Pangeran Lumbalia akhirnya sampai di gua tempat monster jahat Moster Huahiu, gua itu sekarang terlihat biru, terang sekali. Cahaya lampion birulah yang ternyata telah membuatnya menjadi seperti itu.

Dengan suara lantang nan gagah, Pangeran Lumbalia berteriak memanggil monster jahat Monster Huahiu.

“Keluar kau Monster Huahiu, hadapi aku” teriak Pangeran Lumbalia.

Dan setelah menunggu, monster jahat Monster Huahiupun akhirnya keluar dari gua tempat persembunyiannya.

“Ha ha ha.. rupanya kau Lumbalia, berani sekali kau datang sendirian untuk menghadapiku” Monster Huahiu tertawa.

Pangeran Lumbalia memang saat itu sendirian, di pertengahan jalan tadi Menteri Micumi meminta agar Pangeran Lumbalia untuk meninggalkannya, dia ingin beristirahat, perjalanan jauh itu membuat Menteri Micumi kelelahan.

“Walau sendiri aku tak akan takut untuk menghadapi monster jahat seperti kau, Monster Huahiu” Pangeran Lumbalia dengan gagah.
“Ha ha ha..” Monster Huahiu hanya tertawa.

“Cepat kembalikan Pusaka lampion biru milik kerajaan Dunia Laut yang telah kau curi”  Pangeran Lumbalia kembali berbicara dengan gagah.
“Ha ha ha, aku tak pernah mencurinya Pangeran Lumbalia, tapi lampion biru ini sekarang sudah menjadi milikku” Monster Huahiu sembari memegang dan kemudian menunujukan lampion biru ke Pangeran Lumbalia.

“Ah, mana mungkin kau akan mengaku” Pangeran Lumbalia sembari menyerang Monster Huahiu dengan pedang saktinya, yang kemudian ditangkis dengan pedang raksasa Monster Huahiu.

Dan akhirnya petarungan sengitpun tak bisa dihindari, pangeran cerdas nan tangguh Pangeran Lumbalia kini sedang melawan monster jahat Monster Huahiu.

Beberapa serangan dari Pangeran Lumbalia ke Monster Huahiu, beberapa diantaranya tepat sasaran, tapi juga ada yang meleset. Begitu pun serangan yang dibuat oleh Monster Huahiu. Percikan api bertebaran, suara pedanng beradu terdengar begitu nyaring. Pertarungan berlangsung begitu sengit.

Dan dengan susah payah dan dengan sedikit sisa tenaga yang dimiliki, akhirnya Pangeran Lumbalia hampir memenangkan pertarungan.

Dan dengan satu serangan terakhir, Monster Huahiu kalah. Monster Huahiu kini sudah tak berdaya dan lampion birupun kini sudah di tangan Pangeran Lumbalia.

Tetapi beberapa saat kemudian, ada serangan yang menyerang pangeran Lumbalia secara tiba-tiba dari belakang dan mengakibatkan sang Pangeran yang saat ini sedang lemah akibat pertarungan melawan Monster Huahiu jatuh tersungkur tak berdaya.

“Kau memang hebat Pangeran, tapi kau tak akan mampu menandingiku” suara itu terdengar jelas.
“Uhuk..” Sembari batuk Pangeran Lumbalia menengok kearah suara sekaligus arah serangan yang tadi menyerangnya. Dan betapa kagetnya sang Pangeran ternyata suara itu adalah suara dari Menteri micumi-cumi. Menteri Micumi-cumi telah menyerangnya.

“Dengan lampion biru ini Aku akan menguasi Dunia Laut, dan kalian semua akan tunduk padaku” Menteri Micumi-cumi sembari memegang lampion biru yang tadi diambil dari sang Pangeran.

Ternyata Menteri Micumi-cumi juga ingin mendapatkan kekuatan dari lampion biru, dia juga ingin menjadi penguasa Dunia Laut. Dia berpura-pura kelelahan saat perjalanan padahal itu hanya siasat dia agar dia bisa mendapatkan lampion biru tanpa beratarung, tanpa sepengetahuan pangeran, diam-diam dia mengikuti perjalanan Pangeran dari belakang. Dia memang licik.

“Tapi, Raja Paus akan marah jika kau tak mengembalikan lampion biru itu” suara pangeran lirih menahan sakit. Sementara di sudut lain Monster Huahiu sudah tak berdaya sama sekali.

“Aku tak peduli, aku akan menjadi pengusa, ha ha ha” jawab Menteri Micumi-cumi dengan tertawa.

“Tak akan kubiarkan itu” Pangeran Lumbalia mencoba bangkit dan menyerang Menteri Micumi-cumi, tapi itu sia-sia karena serangannya di tangkis oleh Menteri Micumi-cumi dan dengan satu kali serangan balasan, Menteri Micumi-cumi benar-benar membuat sang Pangeran semakin tak berdaya.

Setelah membuat Pangeran Lumbialia terkapar, Menteri Micumi-cumi kemudian melangkah pergi untuk meninggalkan Pangeran Lumbalia.

Tetapi, sang Pangeran cerdas nan tangguh Pangeran Lumbalia tidak pantang menyerah, dengan sedikit sisa tenaganya dia meraih pedang saktinya dan kemudian melemparkannya ke arah Menteri Micumi yang sedang melangkah pergi.

Dan tanpa diduga, lemparan pedang dari Pangeran Lumba Lia tepat mengenai Menteri Micumi-cumi, Menteri Micumi-cumi yang licik itupun akhirnya bisa dikalahkan oleh pangeran tangguh nan cerdas Pangeran Lumba Lia.

Lampion BIru akhirnya bisa didapatkan kembali, dan pangeran Lumba Lia kembali ke Kerajaan Dunia Laut untuk menyerahkan Pusaka Lampion Biru kepada Raja yang terhormat Raja Paus.

Kini Lampion Biru sudah tersimpan di Kerajaan Dunia Laut. Dan sebagi hadiah, Pangeran cerdas nan tangguh Pangeran Lumba Lia diangkat menjadi Menteri Kerajaan Dunia Laut, dia menggantikan menteri licik Menteri Micumi-cumi yang sudah menghianati Raja Paus yang terhormat.

Dunia Laut dan seisinya pun kini menjadi biru berenergi kembali, kehidupan laut menjadi seimbang. Dan semua menjadi seperti sedia kala. Menjadi indah dan damai.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sebelum memulai ke pertunjukan utama anggap saja ini sajian pembuka, seperti band pembuka di sebuah konser akbar. Ada beberapa hal yang menurut saya (sebagai pembaca) mengganjal dalam hati mengenai novel ini (selain covernya yang sedikit mirip dengan novel i'll give u the sun) Yang pertama adalah, beberapa hal yang menurut saya harusnya dipersingkat, dengan arti lain adalah beberapa bagian novel ini mempunyai informasi yang diulang-ulang, walaupun tidak membosankan, tetapi demi menghemat kertas, biaya produksi, dan tingkat kebosanan pembaca harusnya bisa dipersingkat saja. Misalnya dalam penjelasan mengenai teh. Percakapan yang berkaitan tentang teh beberapa bagian diulang-ulang, walaupun dengan kalimat yang berbeda tetapi saya merasa itu mempunyai informasi yang sama. Karena jika penulis ingin menjadikan ‘teh’ sebagai sarana pengantar cerita saya rasa porsi dalam novel tersebut bisa dipangkas lagi, toh beberapa bagian hanya berisikan informasi yang mungkin ingin menunju...

Mengulik Makna Dari Lagu 'Merah' Efek Rumah Kaca

Eka kurniawan dalam sebuah jurnal onlinenya pernah menerbitkan sebuah cerpen tentang sebuah perlawanan, inti dari cerpen tersebut adalah tentang sebuah pemuda (mahasiswa) yang ingin melakukan sebuah aksi (perlawanan) untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan (rezim) yang menurutnya sudah tidak pantas lagi untuk berkuasa. Cerita itu berakhir tragis dengan tokoh utama yang tiba-tiba hilang tak tahu ke mana, entah mati atau hidup. Menghilang tiba-tiba. Dalam sejarah Indonesia sendiri, sebuah perlawanan sudah mondar-mandir dicacat oleh tinta sejarah. Peristiwa orang Surabaya yang membunuh jendral Mallaby dan kemudian berimbas pada pertempuran tiga hari tiga malam di kota tersebut hingga kemudian hari tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Ir Soekarno guna menghargai mereka-mereka yang sudah gugur, misalnya. Atau perebutan Irian Barat dengan Belanda. Bahkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lain dan tak bukan adalah buah dari sebuah perlawanan. Perlawanan tak hanya dilakukan dengan...

Catatan Banjir Jakarta Februari 2017

Hujan turun sejak jam tiga dini hari (21 februari 2017), jam setengah empat pelataran rumah sudah terlihat genangan air, jam empat lebih air mulai menaiki tangga-tangga rumah. Kira-kira pas adzan subuh atau sekitar jam lima pagi air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Beberapa orang sudah berada di depan rumah masing-masing berjaga, ada juga yang menggedor-gedor tetangga, khawatir masih ada orang yang belum bangun. Sekitar jam setengah enam sampai jam tujuh pagi air sudah benar-benar menguasi seisi rumah. Sementara sebelumnya, warga sudah mengamankan benda-benda yang mereka anggap penting. Benda elektronik, kulkas, mesin cuci, kompor. Surat-surat tanah, pakaian, atau hal yang kira-kira bisa rusak terkena banjir. Termasuk motor yang diungsikan dengan cara bergotong-royong mengangkat secara bergantian. Jam enam sampai jam tujuh hujan bisa dikatakan sedang lebat-lebatnya, langit masih gelap tidak seperti biasanya, barang-barang sudah naik ke singgahsana yang lebih tinggi. Banjir ka...