Langsung ke konten utama

Catatan Kecil Untuk Buang Waktu

Kalian tak perlu punya pengalaman hidup macam Alibaba untuk bisa bercerita. Ya.. menurutku, kalian hanya tinggal menulis, apa-sajalah, apapun yang ada di kepala kalian.

Seperti hari ini, tidak ada sesuatu hal pun yang menurutku berguna bagi masa depan dan masa akhirat kelak, kecuali, ya, solat subuh yang lebih tepat waktu dari pada hari-hari sebelumnya.

Masalah masa depan emang selalu brengsek. Kita dibuat khawatir karenanya, dan seiring berjalannya waktu, sesuatu yang kita khawatirkan itu ternyata gak' terjadi, dan kalaupun terjadi, ya, ya udah, gitu-gitu doang, berlalu gitu aja, tanpa arti apapun. Brengsek kan?

Hari ini, hujan turun dengan malu-malu, gerimis nan dingin, mirip cuaca di kaki-kaki gunung, ya, harusnya sih, gak usah kerja, cuacanya lagi gak ngijinin kita untuk beraktivitas, kan. Dan sejujurnya, lebih suka cuaca yang begini, walaupun belum nikah, sih. Diantara kalian, ada yang sudah pengin nikah, hah? Kalau saranku, sih, cepetan lah, kemarin ada temen yang ngasih sebuah video yang berisi seorang pemuka agama nerangin kalau di dunia ini udah mau banget untuk kiamat, katanya, kira-kira tujuh puluh tahunan lagi, beh, ntap! Buruan nikah, yak!

Di samping aku, ada temen kerja yang lagi melakukan hal yang sama gak bergunanya, dan mungkin juga gak bakalan bisa merubah nasib kehidupannya menjadi lebih baik,  dia lagi dengerin full album City of Evil by Avenged Sevenvold via youtube sembari ngetik tulisan yang gak kalah gak pentingnya. Mungkin kalo ada ustad di sini dia bakal di kasih motivasi "Berbanyak ibadah, mas, dunia sudah di ujung nadir, dan.. nikah lah."

Tadi, udah sempat pesan dan minum kopi rasa mocca harga tigaribuan dari warkop dekat tempat kerja. Tadinya, sih, pengin Bir, Wiski, Vodka atau apalah yang bisa bikin fly dikit, tapi setelah baca istigfar beberapa kali, akhirnya, kopi yang diaduk pake bungkusnya jadi pilihan terakhir. Alhamdulillah.

Cuacanya hari ini... Memang ya, ada baiknya sih, tidur aja, ya, soalnya kalaupun beraktivitas, ya, produktifitasnya fluktuasi gak stabil kaya gini.
sumber gb: kompasiana.com

Tidur lagi yuk!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sebelum memulai ke pertunjukan utama anggap saja ini sajian pembuka, seperti band pembuka di sebuah konser akbar. Ada beberapa hal yang menurut saya (sebagai pembaca) mengganjal dalam hati mengenai novel ini (selain covernya yang sedikit mirip dengan novel i'll give u the sun) Yang pertama adalah, beberapa hal yang menurut saya harusnya dipersingkat, dengan arti lain adalah beberapa bagian novel ini mempunyai informasi yang diulang-ulang, walaupun tidak membosankan, tetapi demi menghemat kertas, biaya produksi, dan tingkat kebosanan pembaca harusnya bisa dipersingkat saja. Misalnya dalam penjelasan mengenai teh. Percakapan yang berkaitan tentang teh beberapa bagian diulang-ulang, walaupun dengan kalimat yang berbeda tetapi saya merasa itu mempunyai informasi yang sama. Karena jika penulis ingin menjadikan ‘teh’ sebagai sarana pengantar cerita saya rasa porsi dalam novel tersebut bisa dipangkas lagi, toh beberapa bagian hanya berisikan informasi yang mungkin ingin menunju...

Mengulik Makna Dari Lagu 'Merah' Efek Rumah Kaca

Eka kurniawan dalam sebuah jurnal onlinenya pernah menerbitkan sebuah cerpen tentang sebuah perlawanan, inti dari cerpen tersebut adalah tentang sebuah pemuda (mahasiswa) yang ingin melakukan sebuah aksi (perlawanan) untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan (rezim) yang menurutnya sudah tidak pantas lagi untuk berkuasa. Cerita itu berakhir tragis dengan tokoh utama yang tiba-tiba hilang tak tahu ke mana, entah mati atau hidup. Menghilang tiba-tiba. Dalam sejarah Indonesia sendiri, sebuah perlawanan sudah mondar-mandir dicacat oleh tinta sejarah. Peristiwa orang Surabaya yang membunuh jendral Mallaby dan kemudian berimbas pada pertempuran tiga hari tiga malam di kota tersebut hingga kemudian hari tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Ir Soekarno guna menghargai mereka-mereka yang sudah gugur, misalnya. Atau perebutan Irian Barat dengan Belanda. Bahkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lain dan tak bukan adalah buah dari sebuah perlawanan. Perlawanan tak hanya dilakukan dengan...

Catatan Banjir Jakarta Februari 2017

Hujan turun sejak jam tiga dini hari (21 februari 2017), jam setengah empat pelataran rumah sudah terlihat genangan air, jam empat lebih air mulai menaiki tangga-tangga rumah. Kira-kira pas adzan subuh atau sekitar jam lima pagi air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Beberapa orang sudah berada di depan rumah masing-masing berjaga, ada juga yang menggedor-gedor tetangga, khawatir masih ada orang yang belum bangun. Sekitar jam setengah enam sampai jam tujuh pagi air sudah benar-benar menguasi seisi rumah. Sementara sebelumnya, warga sudah mengamankan benda-benda yang mereka anggap penting. Benda elektronik, kulkas, mesin cuci, kompor. Surat-surat tanah, pakaian, atau hal yang kira-kira bisa rusak terkena banjir. Termasuk motor yang diungsikan dengan cara bergotong-royong mengangkat secara bergantian. Jam enam sampai jam tujuh hujan bisa dikatakan sedang lebat-lebatnya, langit masih gelap tidak seperti biasanya, barang-barang sudah naik ke singgahsana yang lebih tinggi. Banjir ka...