“Andai air mata bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal, mungkin mereka sudah hidup kembali sejak dulu”
Apa ada yang lebih menyakitkan dari kematian orang yang kita sayangi?
Karena memang betapa sakit ketika kita sudah merasa mempunyai sesuatu, tetapi seketika itu juga Sang pemegang kuasa, Sang pemilik segalanya mengambil sesuatu itu.
Analogikanya, seorang petani yang dititipi sebuah benih dari seorang Tuan, si petani tanam benih itu, dia pupuk dan rawat benih itu dengan sebaik-baiknya, tak dia biarkan satupun hama merusaknya. Hingga seiring berjalannya waktu petani itu lupa bahwa dia hanyalah seorang buruh, dia tak mempunyai hak secuilpun untuk mantan benih yang sudah besar itu. Dia lupa bahwa titipan itu bisa diambil kapanpun sang pemilik ingin mengambilnya. Dan ketika titipan yang begitu dia cintai itu diambil, terciptalah sebuah tangisan yang jika semua air kesedihan itu diakumulasikan mungkin jumlahnya lebih dari bisa untuk membuat sebuah danau.
Saya setuju dengan Soe Hok Gie bahwa keberuntungan terbesar di dunia ini adalah tidak dilahirkan. Karena apa artinya hidup jika kita tak mempunyai hasrat untuk hidup, setiap waktu dalam hidup selalu memikirkan masa lalu, selalu memikirkan mereka yang keberadaaannya hanya bisa dijumpai dalam mimpi. Andai sewaktu menjadi spermatozoid saya bisa berfikir, mungkin saya juga tidak akan masuk ke indung telur, tak lain dan tak bukan adalah agar saya mendapat keberuntungan terbesar itu, tidak dilahirkan!
Tapi di luar dari semua itu, kehidupan adalah anugerah. Sebuah hadiah dari Tuhan untuk kita, sebuah karya teragung dari cintaNya. Seperti kata Jalalludin Rumi bahwa kehadiran manusia adalah representasi dari rasa cinta tuhan yang maha mulia. Tuhan sang maha cinta.
Selain cinta Tuhan, cinta ibu kita jugalah yang bisa membuat kita hidup sampai sekarang. Beliau rela tidur terlentang selama berbulan-bulan demi kita yang masih dalam kandungannya. Rela tak tidur seharian demi menjaga agar kita tak terjatuh saat tidur di ranjang, memandikan kita, membersihkan kotoran kita. Dan saat mulai sekolah, mengantarkan kita. Ibu- Begitu cintanya beliau kepada kita.
Di hari ibu yang cerah ini, semoga semua ibu dijagat raya ini entah di manapun berada selalu dalam lindungan, kasih dan rahmatNya.
Dan Tuhan, tolong sampaikan ucapan "selamat hari ibu" kepada ibu saya.
Sumber gambar:newyearwhisesquote.com
-22 Desember 2015 yang cerah di dalam bis perjalanan menuju kota Brebes-

Komentar
Posting Komentar