Langsung ke konten utama

Cerita Dihari Libur Panjang

Cerita ini sebenarnya engga terlalu pantes-pantes banget buat diceritain, tapi gue ngerasa pengen aja buat nulis cerita ini, nulis tentang kegiatan apa aja yang gue lakuin pas waktu libur kemaren. Mungkin dari kalian juga ada yang waktu liburannya diisi dengan hal-hal yang membuat kalian seneng, kegiatan yang jadi moodbooster untuk suasani hati yang lagi kacau.

Libur kerja gue emang bisa dibilang aneh, karena jika kebanyakan orang kerja libur dihari sabtu dan minggu gue malah libur dihari selasa dan hari rabu.

Dan.. Libur kerja diminggu kemarin bisa dibilang libur kerja yang panjang karena dihari kamis dan jum'at adalah tanggal merah, alhasil libur gue jadi manjang jadi 4 hari. Libur selama 4 hari itu engga gue sia-siain. Dan di sini gue bakal ceritain hal-hal apa aja yang gue lakuin atau gue alamin di hari libur gue.



Langsung aja ya.



1. Nahan Kencing

Ini adalah sebuah mukadimah aneh yang mewarnai liburan gue. Sebelumnya gue emang udah berencana untuk mengisi waktu libur buat maen ke Brebes (tempat lahir). Dan gue memilih untuk naek kendaraan umum, naek bis.
Tapi, apesnya gue bangun kesiangan, alhasil dengan gugup gue pun akhirnya pergi ke terminal, sesampainya di terminal beruntung bis yang akan gue belum berangkat. Gue beli tiket dan langsung naek bis, pas banget gue baru duduk di sheat, bis langsung jalan tanpa basa-basi. Padahal saat
gue itu lagi pengen kencing banget, karena di bis engga ada toiletnya terpaksa gue menjadi fakir toilet. Gue nahan kencing sampe tempat pemberhentian bis.
Apa ada yang lebih bikin linu selain nahan kencing? Mungkin ada, tapi tetep nahan kencing adalah alesan yang bikin gue ngilu saat itu. Dasar tipe bis yang ga' peka!

 


2. Nonton Bioskop
Ini adalah pengalaman nonton bioskop teraneh yang pernah gue alamain. Mungkin lebih tepatnya bikin kesel. Pertama, untuk menuju gedung bioskopnya aja gue mesti menepuh perjalanan sekitar satu seperempat jam. Kemudian pas udah sampe di gedungnya antrian pembelian tiketnya udah kaya antri pembagian sembako gratis. Penuh banget coy, subhanallah.
Dan daripada balik terus bermacet-macetan lagi mending gue ikut antri aja, dan pas liat jadwal tayang filmnya gue jadi nambah kesel (campur sedih) tadinya gue berniat untuk nonton star wars, tapi filmya udah diputer lewat satu jam dan tayangnya lagi abis maghrib sedangkan gue sampe situ jam satu siang. Dan dengan lillahitaalla akhirnya gue nonton film indonesia "Bulan Terbelah di Langit Amerika". Selain pengen pipis, setelah nonton film itu kesedihan gue makin bertambah, film yang gue tonton ceritanya engga ada yang bikin emosi gue naek turun malahan yang ada cuma bikin mulut gue nguap beberapa kali, sabar. Sesungguhnya Tuhan bersama orang-orang yang sabar (elus-elus dada cewe sendiri)




 

3.Obrolan Serius
Percayalah, suatu saat nanti ada waktu di mana kalian akan mimikirkan tentang kelangsungan hidup kalian untuk berkembang biak (baca ; nikah).
Tentang pernikahan, akhirnya gue memberanikan diri seberani-beraninya untuk mencoba ngobrolin hal ini sama bapaknya cewe gue. Sebelumnya gue udah tahu golongan darah bapak cewe gue adalah A. Ini yang paling penting, di waktu-waktu krusial kaya gini kalian harus tahu minimal karakter lawan bicara, mencari tahu karakter melalui golongan darah adalah hal cukup mudah untuk diaplikasikan.
Dan menurut apa yang gue tahu, orang yang bergolongan darah A cenderung lebih bisa menahan emosi dan bisa lebih bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Dengan pembuka obrolan yang berbelit-belit dan kemana-mana, akhirnya gue sampe pada titik obrolan tentang nikah. Dan beliau tanggapannya cukup positif, ALHAMDULILLAH (sengaja di capslock). Dan memang sebenarnya alasan gue pergi ke Brebes selain nyekar adalah berbicara tentang masalah ini.





4. Tatapan Seluruh Penumpang Bis

Cerita ini masih berkaitan dengan bis. Setelah selama tiga hari di Brebes akhirnya gue pulang lagi ke jakarta. Dan seperti saat berangkat gue pun masih memilih untuk menggunakan jasa bis antar kota. Kali ini gue engga bangun kesiangan, gue juga bisa kencing dulu sepuas-puasnya. Singkat cerita naeklah gue di salah satu bis yang tempat tujuannya adalah Jakarta, seperti biasa di tengah perjalanan bis berhenti di tempat peristirahatan. Sebagai penumpang yang normal seperti penumpang pada umumnya gue pun turun untuk melakukan beberapa akivitas, diantaranya ke toilet, solat kemudian makan.
Setelah aktivitas pertama dan kedua udah selesai, gue pun beranjak ke kantin untuk segera makan. Pesanan makanan datang, gue makan dan gue sengaja makan di meja yang dekat dengan parkiran bis yang gue tumpangi. Di tengah-tengah acara santap makan gue, entah karena lapar atau memang terlalu fokus untuk menikmati makanan gue sampe engga sadar kalo semua isi bis, para penumpang yth dan supir beserta kondekturnya ngeliatin gue. Menatap fokus pada satu titik yaitu gue, seakan-akan tatapan itu berbicara "makannya udahan belom? cepetan bego bisnya mau jalan!!!"
Kurang lebih begitu, dengan menyesal karena meninggalkan beberapa potong daging yang belum sempat gue santap, akhirnya gue segera menyudahi acara makan gue. #Savedagingrendang.






5.Perpanjangan Kontrak Kerja

"Sumpah gue 'ga tahu mesti seneng atau sedih denger ini" (Dialog cinta ketika denger orang tua Alya bercerai, Film AADC)
Seperti halnya kebingungan Cinta terhadap perasaannya, gue pun demikian.
Kontrak kerja gue Desember ini memang akan berakhir. Dan sebenarnya gue juga udah engga terlalu berharap untuk diperpanjang lagi. Gue berpikir seandainya pun kontrak kerja gue abis, gue bisa lanjutin kuliah gue yang sempet terhenti karena cuti demi kerjaan ini, gue juga udah siap-siap untuk nyari tempat kerja lain. Gue pun juga udah beli buku dan beberapa novel tebel untuk persiapan barangkali gue engga diperpanjang dan nganggur dengan waktu yang lama, gue udah siapin senjata untuk membunuh waktu ; buku.
Tapi ada seseorang yang ngebocorin bahwa kontrak kerja gue akan diperpanjang. Ya, nasi sudah menjadi nasi uduk, mau diapain lagi. Ambil sisi positifnya aja. Alhamdulillah gue masih bisa kerja.






6.Matinya kelinci Syhawa

Kalo yang satu ini adalah cerita yang bisa dibilang berita duka yang engga duka-duka amat.
Sesampainya rumah di jakarta Asyhawa keponakan gue langsung nyamperin gue dan bilang "Om om, Hawa abis beli kelinci" gue lihat arah yang ditunjukin keponakan gue, dan bener ada penampakan seekor kelinci putih yang oenyoe-oenyoe banget. Dan gue lihat keponakan gue juga kelihatan seneng banget dengan hewan peliharaan barunya itu. Malemnya gue dan Keponakan gue sepakat ngasih nama Elsa untuk kelinci imut itu (walaupun gue engga tahu dia cowo apa cewe).
Keesokan paginya kelinci itu dimandiin, ya gue engga ada feeling sebelumnya. Tapi, engga ada hujan, badai atau petir tiba-tiba Elsa sudah tidak bernyawa, dia tergelatak lunglai di kandannya. Elsa Mati, innalilahiwainnalilahirojiun.
Kenapa kamu secepat itu El, pergi tanpa mengucapkan satu patah katapun. Seiring kepergian Elsa, keponakan gue nangis sampe tersedu-sedu. Selamat jalan Elsa.
#RipElsa
#Elsaatjannah
#Amiin




7.Service motor sendiri

Finally, kita sampai di ujung cerita. Di akhir masa liburan, gue sempetin untuk service motor gue sendiri. Engga terlalu penting emang, tapi ini ada hubungannya sama cerita di atas. Jadi aktivitas service sendiri ini adalah upaya berhemat yang ditujukan agar uang cepat terkumpul kemudian bisa melangsungkan acara pernikahan, eaaa.
Tapi, engga segitunya juga sih. Gue yang biasanya tinggal pergi ke bengkel untuk service motor mencoba buat service motor sendiri biar tahu kaya gimana mesin motor itu dan ternyata engga rumit-rumit amat, engga serumit hubungan LDR, eh.


Kira-kira itulah cerita-cerita yang mewarnai hari libur panjang gue. Sekali lagi, gue nulis ini karena memang pengen nulis, karena pengen ngeabadiin cerita yang gue alamin saat liburan, sama halnya seperti kalian yang berfoto-foto untuk menghentikan waktu, untuk mengabadikan moment kalian saat itu. Jadi ketika suatu saat gue baca lagi cerita ini gue bisa inget hal-hal itu.
Semoga tulisan ini bermanfaat, bisa bikin yang ngebacanya minimal tersenyum. Kalau engga ya, engga apa-apa juga sih (smile).
Terakhir gue meminjam kata-kata dalam film Godfather yang juga dipinjam oleh Ariel Noah sebagai prolog opening lagunya.
"Life like a box of chocolate, we never know which one we gonna get."

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sebelum memulai ke pertunjukan utama anggap saja ini sajian pembuka, seperti band pembuka di sebuah konser akbar. Ada beberapa hal yang menurut saya (sebagai pembaca) mengganjal dalam hati mengenai novel ini (selain covernya yang sedikit mirip dengan novel i'll give u the sun) Yang pertama adalah, beberapa hal yang menurut saya harusnya dipersingkat, dengan arti lain adalah beberapa bagian novel ini mempunyai informasi yang diulang-ulang, walaupun tidak membosankan, tetapi demi menghemat kertas, biaya produksi, dan tingkat kebosanan pembaca harusnya bisa dipersingkat saja. Misalnya dalam penjelasan mengenai teh. Percakapan yang berkaitan tentang teh beberapa bagian diulang-ulang, walaupun dengan kalimat yang berbeda tetapi saya merasa itu mempunyai informasi yang sama. Karena jika penulis ingin menjadikan ‘teh’ sebagai sarana pengantar cerita saya rasa porsi dalam novel tersebut bisa dipangkas lagi, toh beberapa bagian hanya berisikan informasi yang mungkin ingin menunju...

Mengulik Makna Dari Lagu 'Merah' Efek Rumah Kaca

Eka kurniawan dalam sebuah jurnal onlinenya pernah menerbitkan sebuah cerpen tentang sebuah perlawanan, inti dari cerpen tersebut adalah tentang sebuah pemuda (mahasiswa) yang ingin melakukan sebuah aksi (perlawanan) untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan (rezim) yang menurutnya sudah tidak pantas lagi untuk berkuasa. Cerita itu berakhir tragis dengan tokoh utama yang tiba-tiba hilang tak tahu ke mana, entah mati atau hidup. Menghilang tiba-tiba. Dalam sejarah Indonesia sendiri, sebuah perlawanan sudah mondar-mandir dicacat oleh tinta sejarah. Peristiwa orang Surabaya yang membunuh jendral Mallaby dan kemudian berimbas pada pertempuran tiga hari tiga malam di kota tersebut hingga kemudian hari tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Ir Soekarno guna menghargai mereka-mereka yang sudah gugur, misalnya. Atau perebutan Irian Barat dengan Belanda. Bahkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lain dan tak bukan adalah buah dari sebuah perlawanan. Perlawanan tak hanya dilakukan dengan...

Catatan Banjir Jakarta Februari 2017

Hujan turun sejak jam tiga dini hari (21 februari 2017), jam setengah empat pelataran rumah sudah terlihat genangan air, jam empat lebih air mulai menaiki tangga-tangga rumah. Kira-kira pas adzan subuh atau sekitar jam lima pagi air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Beberapa orang sudah berada di depan rumah masing-masing berjaga, ada juga yang menggedor-gedor tetangga, khawatir masih ada orang yang belum bangun. Sekitar jam setengah enam sampai jam tujuh pagi air sudah benar-benar menguasi seisi rumah. Sementara sebelumnya, warga sudah mengamankan benda-benda yang mereka anggap penting. Benda elektronik, kulkas, mesin cuci, kompor. Surat-surat tanah, pakaian, atau hal yang kira-kira bisa rusak terkena banjir. Termasuk motor yang diungsikan dengan cara bergotong-royong mengangkat secara bergantian. Jam enam sampai jam tujuh hujan bisa dikatakan sedang lebat-lebatnya, langit masih gelap tidak seperti biasanya, barang-barang sudah naik ke singgahsana yang lebih tinggi. Banjir ka...