Langsung ke konten utama

Untuk Kamu yang Sudah Menikah




Aku denger kamu udah nikah ya?, duh.. ko engga undang-undang si. Padahal kan kalo kamu ngundang aku mungkin bakalan dateng, mungkin loh ya. Ya, solanya kamu tahu kan dalam situasi tertentu hati juga bisa lebih sensitif dari pantat-pantat bayi.

Sebelumnya, selamat ya. Kamu udah nikah, udah nemuin mas-mas yang bisa kamu jadiin gelayutan kalo kamu lagi pengen gelayutan, he he he. Walaupun aku engga tahu dan engga pengen tahu nama mas-masnya kamu dan tergolong dalam jenis mas-mas yang kaya gi mana, seengganya kalau dilihat dari perawakannya si kayanya lebih tua dari aku, duh kamu nikah sama om om ya? semoga si jangan.


Aku nulis ini engga ada maksud apa-apa, dan seandainya kamu baca ini (ya mudah-mudahan si nanti sampailah di kamu) aku cuma mau bilang ko cepet amat si ya? ibaratnya tuh, kita pisahan di sebuah perempatan trus pas ketemu di jalan yang lurus lagi, tiba-tiba kamu udah naek mobil lagi, sama om-om pula eh-.

Oh iya, aku mau tanya. Nikah enak ennga? Maksudnya punya pasangan yang dikontrak seumur hidup itu rasanya gimana? Ada asem-asemnya ga? Ya kali aja gitu ya di pertengahan jalan kamu baru sadar ternyata kamu itu sebenarnya lagi menjalani kehidupan bersama om-om, eh- tuh kan om-om lagi. Maksud aku semoga nanti bagaimana pun keadaannya, mau seneng, sedih, susah atau suatu inget aku, kamu tetep bisa menjalani semuanya dengan baik bersama pasanganmu, tulus banget kan do’anya?

Aku juga berdoa buat diri aku sendiri, mudah-mudahan aku cepet nyusul kamu, ya kalo bisa nanti nyalip kamu lah pas di jalan yang lurus lagi, bareng pasangan aku terus sambil dadah-dadah ke kamu. Garis bawahi ya, aku sama pasangan aku. Kamu aja nikah masa aku engga bisa. Eaaa.

Oh iya, nanti kapan-kapan kenalin mas-masnya kamu itu ke aku dong. Ketemuan di mana ke, di bioskop, di kedai pecel lele, di warkop pinggir jalan atala di mana lah biar aku bisa ngobrol-ngobrol sama beliau gitu, kali aja aku bisa dapet wejangan dari beliau.
Tenang, engga aku ajakin ngobrol cerita-cerita pas kita bareng dulu ko. Lagian masa lalu ngapain disimpen si ya. Makanan disimpen kelamaan aja basi, apalagi kenangan? Ya kan? Ya kan? Duh aduh kenangan.

Tapi asal kamu tahu, ini si kalo kamu pengen tahu, kalo engga juga engga apa-apa. Bahwa sesungguhnya aku udah punya pacar, punya mba-mba yang menurut aku pas sama kebutuhan dan kondisi hati aku, ibarat kopi itu, gula sama kopinya itu pas gitu ga terlalu manis sama ga terlalu pait, pas. Dan harus kamu tahu juga mba-mba itu yang nanti aku ajak buat nyalip kamu sambil dadah-dadah ke kamu. Amiinin ya, iya lah mantan yang baik kan saling mendoakan. Eaaa.

Sekali lagi, selamat ya. Selamat telah menempuh hidup baru, selamat udah berlayar ke samudra kehidupan yang kata orang lebih asyik, apa lagi pas di malam jum’at. Selamat udah bisa nemuin pasangan yang pas versi hati kamu. Aku doain sekali lagi semoga awet, langgengg. Sampai selama-lama-lamanya. Amiin.

Komentar

  1. curcol banget ye bro... ini mantannya nikah tapi nggak ngundang-ngundang ya? turut berduka asmara..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sebelum memulai ke pertunjukan utama anggap saja ini sajian pembuka, seperti band pembuka di sebuah konser akbar. Ada beberapa hal yang menurut saya (sebagai pembaca) mengganjal dalam hati mengenai novel ini (selain covernya yang sedikit mirip dengan novel i'll give u the sun) Yang pertama adalah, beberapa hal yang menurut saya harusnya dipersingkat, dengan arti lain adalah beberapa bagian novel ini mempunyai informasi yang diulang-ulang, walaupun tidak membosankan, tetapi demi menghemat kertas, biaya produksi, dan tingkat kebosanan pembaca harusnya bisa dipersingkat saja. Misalnya dalam penjelasan mengenai teh. Percakapan yang berkaitan tentang teh beberapa bagian diulang-ulang, walaupun dengan kalimat yang berbeda tetapi saya merasa itu mempunyai informasi yang sama. Karena jika penulis ingin menjadikan ‘teh’ sebagai sarana pengantar cerita saya rasa porsi dalam novel tersebut bisa dipangkas lagi, toh beberapa bagian hanya berisikan informasi yang mungkin ingin menunju...

Mengulik Makna Dari Lagu 'Merah' Efek Rumah Kaca

Eka kurniawan dalam sebuah jurnal onlinenya pernah menerbitkan sebuah cerpen tentang sebuah perlawanan, inti dari cerpen tersebut adalah tentang sebuah pemuda (mahasiswa) yang ingin melakukan sebuah aksi (perlawanan) untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan (rezim) yang menurutnya sudah tidak pantas lagi untuk berkuasa. Cerita itu berakhir tragis dengan tokoh utama yang tiba-tiba hilang tak tahu ke mana, entah mati atau hidup. Menghilang tiba-tiba. Dalam sejarah Indonesia sendiri, sebuah perlawanan sudah mondar-mandir dicacat oleh tinta sejarah. Peristiwa orang Surabaya yang membunuh jendral Mallaby dan kemudian berimbas pada pertempuran tiga hari tiga malam di kota tersebut hingga kemudian hari tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Ir Soekarno guna menghargai mereka-mereka yang sudah gugur, misalnya. Atau perebutan Irian Barat dengan Belanda. Bahkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lain dan tak bukan adalah buah dari sebuah perlawanan. Perlawanan tak hanya dilakukan dengan...

Catatan Banjir Jakarta Februari 2017

Hujan turun sejak jam tiga dini hari (21 februari 2017), jam setengah empat pelataran rumah sudah terlihat genangan air, jam empat lebih air mulai menaiki tangga-tangga rumah. Kira-kira pas adzan subuh atau sekitar jam lima pagi air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Beberapa orang sudah berada di depan rumah masing-masing berjaga, ada juga yang menggedor-gedor tetangga, khawatir masih ada orang yang belum bangun. Sekitar jam setengah enam sampai jam tujuh pagi air sudah benar-benar menguasi seisi rumah. Sementara sebelumnya, warga sudah mengamankan benda-benda yang mereka anggap penting. Benda elektronik, kulkas, mesin cuci, kompor. Surat-surat tanah, pakaian, atau hal yang kira-kira bisa rusak terkena banjir. Termasuk motor yang diungsikan dengan cara bergotong-royong mengangkat secara bergantian. Jam enam sampai jam tujuh hujan bisa dikatakan sedang lebat-lebatnya, langit masih gelap tidak seperti biasanya, barang-barang sudah naik ke singgahsana yang lebih tinggi. Banjir ka...