Langsung ke konten utama

SANDRA (be my self)

“Dasar badut !!! engga cape apa?”


Malam ini begitu cerah , tapi sayang cerah tak membuat ku bergairah untuk keluar menghabiskan malam di luar. Walaupun ini malam minggu nyatanya aku lebih suka duduk sembari melakukan hal yang aku sukai, menulis.

Aku sedang menulis dengan laptopku, yang menurutku benda yang paling mengerti diriku, sesuatu yang tak pernah mengeluh saat aku bercerita tentang apapun. Menurutku lebih baik dengan laptop ketimbang dengan teman, sahabat atau lainnya, mereka memang mendengarkan saat aku berkeluh kesah, tapi kadang masalahku mereka ceritakan kembali kepada orang lain dan hal ini menurutku sangat amat menyebalkan.

Dan salah satu yang aku sukai dari menulis adalah aku bisa menjadi siapapun dalam cerita yang aku tulis, pergi ke manapun tanpa harus menggerakan kaki, aku berimajinasi aku serasa bebas.

Biar kuceritakan posisiku saat ini. Aku sedang di kamarku yang berukuran lebih kurang tiga kali tiga meter. Aku sedang duduk di bangku dan menatap layar laptop yang ada di meja belajar sembari menatap ke arah langit. Kebetulan posisi meja belajarku tepat menghadap jendela yang cukup membuat aku leluasa untuk menatap cerahnya malam minggu ini.

Oh iya, perkenalkan aku Sandra, just Sandra kecuali jika kalian menyebut namaku dengan nada panjang maka aku akan punya nama panjang. Aku seorang remaja yang seperti remaja-remaja lain yang pernah kalian kenal.

Aku juga tercatat sebagai seorang mahasiswi salah satu universitas swasta di daerah kota Bekasi. Aku mengambil program studi salah satu disiplin ilmu komunikasi. Selain itu aku juga suka dengan dunia sastra. Aku suka membaca dan menulis seperti yang saat ini aku lakukan, duduk sembari merangkai kata.

Aku memang seorang remaja perempuan, tapi mungkin kalian akan kaget jika kalian melihat isi kamarku.

Aku tak seperti remaja perempuan pada umumnya yang suka mengoleksi beberapa kosmetik untuk berhias. Di kamarku lebih banyak tumpukan buku ketimbang beberapa alat make-up, paling hanya bedak tabur yang aku gunakan agar wajahku tak terlalu kusam terkena debu kota Bekasi.

Semua wanita pasti suka berbelanja, tetapi aku lebih suka membeli buku ketimbang membeli alat kosmetik yang berlebihan, aku lebih suka pergi ke toko buku.



Dan mungkin jika kalian menyebut atau menanyakan merk kosmetik yang bagus kepadaku, aku akan memerlukan waktu untuk menjawabnya, aneh bukan padahal aku seorang wanita.

Tapi, jika kalian menyebut atau mengajakku berbicara tentang buku-buku, novel atau penulis yang terbaik, mungkin kalian akan bosan mendengarkan pendapat dan ceritaku tentang hal itu.

Kamarku ini mungkin lebih tepatnya  bisa disebut toko buku mini. Meja ku ini pun penuh dengan buku-buku, seperti buku-buku dari Dewi lestari, Raditya dika, Tere liye dan beberapa penulis-penulis lain yang tak kalah hebatnya.

Selain suka sekali membaca aku juga hobi menulis, aku mempunyai sebuah blog untuk menampung tulisan-tulisanku ini. Salah satu cita-citaku adalah menjadi penulis hebat.

Berbicara tetang blog, aku juga bergabung dengan salah satu komunitas blog yang cukup terkenal, menurutku menjadi seorang blogger adalah salah satu jalan terbaik menuju cita-citaku untuk menjadi penulis. Tak sedikit orang yang berkata jika aku berbakat.

Aku juga pernah sekali mengirimkan tulisan tentang ayahku kepada panitia perlombaan menulis, dan tulisanku terpilih. Dan itu  adalah salah satu dari tulisan di blog ku sempat terbit dibukukan.

Huh...

Kalian tahu, menjadi diri sendiri itu mengasyikan. Apa kalian tak lelah untuk berpura-pura untuk menjadi sesuatu yang bukan diri kalian sendiri?  Aku tak peduli cerita tentang orang-orang yang menganggapku aneh.

Remaja putri berkacamata yang lebih suka menghabiskan waktunya untuk menulis dan membaca. Aku tak pernah iri dengan wanita yang diperebutkan karena kecantikannya. Aku memang tak cantik dan mungkin laki-laki normal tak mau dekat dengan seorang kutu buku sepertiku. Lagi pula menurutku mengejar cita-cita lebih penting daripada menghabiskan waktu untuk berpacaran, itu menurutku.

Aku memang tak bahkan belum pernah mempunyai pacar, tapi aku suka dengan diriku, suka untuk menjadi diri sendiri.

Aku tak ingin menjadi seperti badut yang tadi aku lihat di luar rumah sebelum aku memasuki kamarku. Aku tak ingin menjadi orang lain, aku nyaman dengan keadaanku sekarang, aku bangga dengan diriku sendiri. Setiap manusia mempunyai keunikannya masing-masing bukan? dan ini diriku. Ini aku yang tak pernah iri, minder atau merasa rendah dengan orang lain. Aku hebat, aku berbakat seperti yang lain dan hidup ini terlalu menyenangkan untuk dikeluhkan.

Komentar

  1. Mimpi itu tujuan hidup...tanpa punya mimpi,klo tua nanti gk punya pengalaman hidup untuk cerita anak cucu nanti...semangat!!!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sebelum memulai ke pertunjukan utama anggap saja ini sajian pembuka, seperti band pembuka di sebuah konser akbar. Ada beberapa hal yang menurut saya (sebagai pembaca) mengganjal dalam hati mengenai novel ini (selain covernya yang sedikit mirip dengan novel i'll give u the sun) Yang pertama adalah, beberapa hal yang menurut saya harusnya dipersingkat, dengan arti lain adalah beberapa bagian novel ini mempunyai informasi yang diulang-ulang, walaupun tidak membosankan, tetapi demi menghemat kertas, biaya produksi, dan tingkat kebosanan pembaca harusnya bisa dipersingkat saja. Misalnya dalam penjelasan mengenai teh. Percakapan yang berkaitan tentang teh beberapa bagian diulang-ulang, walaupun dengan kalimat yang berbeda tetapi saya merasa itu mempunyai informasi yang sama. Karena jika penulis ingin menjadikan ‘teh’ sebagai sarana pengantar cerita saya rasa porsi dalam novel tersebut bisa dipangkas lagi, toh beberapa bagian hanya berisikan informasi yang mungkin ingin menunju...

Mengulik Makna Dari Lagu 'Merah' Efek Rumah Kaca

Eka kurniawan dalam sebuah jurnal onlinenya pernah menerbitkan sebuah cerpen tentang sebuah perlawanan, inti dari cerpen tersebut adalah tentang sebuah pemuda (mahasiswa) yang ingin melakukan sebuah aksi (perlawanan) untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan (rezim) yang menurutnya sudah tidak pantas lagi untuk berkuasa. Cerita itu berakhir tragis dengan tokoh utama yang tiba-tiba hilang tak tahu ke mana, entah mati atau hidup. Menghilang tiba-tiba. Dalam sejarah Indonesia sendiri, sebuah perlawanan sudah mondar-mandir dicacat oleh tinta sejarah. Peristiwa orang Surabaya yang membunuh jendral Mallaby dan kemudian berimbas pada pertempuran tiga hari tiga malam di kota tersebut hingga kemudian hari tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Ir Soekarno guna menghargai mereka-mereka yang sudah gugur, misalnya. Atau perebutan Irian Barat dengan Belanda. Bahkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lain dan tak bukan adalah buah dari sebuah perlawanan. Perlawanan tak hanya dilakukan dengan...

Catatan Banjir Jakarta Februari 2017

Hujan turun sejak jam tiga dini hari (21 februari 2017), jam setengah empat pelataran rumah sudah terlihat genangan air, jam empat lebih air mulai menaiki tangga-tangga rumah. Kira-kira pas adzan subuh atau sekitar jam lima pagi air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Beberapa orang sudah berada di depan rumah masing-masing berjaga, ada juga yang menggedor-gedor tetangga, khawatir masih ada orang yang belum bangun. Sekitar jam setengah enam sampai jam tujuh pagi air sudah benar-benar menguasi seisi rumah. Sementara sebelumnya, warga sudah mengamankan benda-benda yang mereka anggap penting. Benda elektronik, kulkas, mesin cuci, kompor. Surat-surat tanah, pakaian, atau hal yang kira-kira bisa rusak terkena banjir. Termasuk motor yang diungsikan dengan cara bergotong-royong mengangkat secara bergantian. Jam enam sampai jam tujuh hujan bisa dikatakan sedang lebat-lebatnya, langit masih gelap tidak seperti biasanya, barang-barang sudah naik ke singgahsana yang lebih tinggi. Banjir ka...