Langsung ke konten utama

REVIEW FILM STAND BY ME DARAEMON

Bagi sebagian orang yang suka film kartun pasti tahu salah satu kartun ini. Kartun yang ada sejak jaman dulu banget dan masih exist sampe sekarang.

Kartun si unyil yah, yang tokohnya soleh banget yang slalu pake peci item itu?”

Bukan.

“Brarti Film kartun ganteng ganteng serigala, yang sampe ditiru sama film twilight ya?”

Bukan juga, Itu sinetron!!! dan perasaan mereka yang niru film twilight deh bukan sebaliknya.

Ya udah daripada penuh dengan spekulasi, mending langsung gue kasih tahu. Film kartun yang terkenanal dengan tokoh yang mempunyai kantong ajaibnya dan identik dengan warna birunya ini.

La la la, aku senang sekali DORAEMON.
Tahu kan? Doraemon di awal agustus tahun 2014 ini merilis film yang diputar di bioskop bioskop. Film itu berjudul STANDBY ME, Film CG 3D pertama Doraemon ini masih megisahkan mirip dengan serial tv nya yaitu tentang keseharian Nobita dan beberapa teman mainnya.

Nah, tapi bagi kalian yang beranggapan film ini sama seperti film film Doraemon sebelum sebelumnya tentang petualang Nobita Doraemon dkk, kalian kurang tepat.

Berbeda dengan film sebelumnya stand by me menceritakan tentang pertemuan awal antara Nobita dan Doraemon, di mana Doraemon (robot dari masa 22) ditugaskan untuk membantu Nobita yang pemalas, panakut, pelupa dan tidak disiplin, agar menemukan kebahagiannya.

Pertemuan awal mereka juga diwarnai dengan perkenalan Nobita dengan alat alat ajaib Doraemon, seperti baling baling bambu, pintu ajaib, mesin waktu, pacar baik dan ajaib, alat deteksi PHP dan berbagai alat unik lainnya (untuk yang dua terakhir gue karang sendiri, hehe)

Jika sebelumnya cerita film doraemon banyak mengisahkan tentang nobita yang terdampar di suatu tempat, kemudian mereka harus melawan peran antagonis dalam cerita tersebut, di film yang disutradarai oleh Takashi Yamazaki yang diisukan juga film 3D terakhir mereka ini lebih menitik beratkan cerita tentang perjuangan Nobita untuk menikah dengan Shizuka di masa depan.



Doraemon yang ditugaskan untuk menciptakan kebahagian Nobita, beranggapan bahwa pernikahan Nobita dan Shizuka adalah salah satu alasan tepat agar Nobita bahagia dan itu di iyakan oleh Nobita dalam film tersebut.

Semua cara dikerahkan untuk mewujudkan itu, semua alat alat doraemon juga dikeluarkan agar mempermudah misi itu, tapi semua itu gagal, seperti biasanya

Nobita sang ceroboh selalu saja menggunakan alat Doraemon dengan teledor. Dan bisa ditebak hasilnya semua menjadi berantakan.

Hingga akhirnya suatu ketika, Nobita sadar bahwa dia tidak bisa mengandalkan orang lain untuk mencapai keinginannya, dia harus berusaha dengan usahanya sendiri, dia harus bekerja keras untuk menggapai mimpinya. Dan salah satu pesan moral untuk film ini mungkin itu.

Belum sampai di situ, intrik cerita kemudian berlanjut. Akhirnya dengan segala upaya dan kerja keras, Nobita bisa menggapai impiannya yaitu pernikahannya dengan Shizuka, dia mengetahui hal itu karena telah berkunjung ke masa depan tentunya dengan mesin waktu doraemon.

Intrik yang kedua mengisahkan tentang kesedihan Doraemon yang harus meninggalkan Nobita. Doraemon harus kembali ke masa depan karena telah menyelesaikan tugasnya, yaitu membuat Nobita bahagia.
Doraemon merasa tanpa bantuannya Nobita tidak akan bisa menghadapi kenakalan kenakalan teman temannya yang super jahil seperti SUPER G (Giant) dan SUNEO, Doraemon juga telah merasa dekat dengan Nobita.

Di sesi ini terjadi drama yang mengharukan beberapa musik minor dan air mata disuguhkan ( temen kelas gue juga ada yang sampe nangis saat nontonya ).
Mungkin itu alasan film ini berjudul stand by me, seperti halnya Doraemon Nobita juga enggan untuk berpisah dengan robot kucing itu.

Tapi, Doraemon yang telah terprogam sebelumnya, harus meninggalkan Nobita apapun alasanya.

Di akhir cerita, Doraemon yang dengan tangis kesedihan terpaksa harus kembali ke masa depan untuk meninggalkan Nobita. Akhirnya bisa kembali karena telah memperoleh ijin untuk menemui Nobita kembali seperti sebelumnya.

Dan dengan pelukan antara Nobita dengan Doraemon film ini pun seleseai.

Kurang lebihnya kaya gitu sekitar review filmnya, maciihhhh J.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sebelum memulai ke pertunjukan utama anggap saja ini sajian pembuka, seperti band pembuka di sebuah konser akbar. Ada beberapa hal yang menurut saya (sebagai pembaca) mengganjal dalam hati mengenai novel ini (selain covernya yang sedikit mirip dengan novel i'll give u the sun) Yang pertama adalah, beberapa hal yang menurut saya harusnya dipersingkat, dengan arti lain adalah beberapa bagian novel ini mempunyai informasi yang diulang-ulang, walaupun tidak membosankan, tetapi demi menghemat kertas, biaya produksi, dan tingkat kebosanan pembaca harusnya bisa dipersingkat saja. Misalnya dalam penjelasan mengenai teh. Percakapan yang berkaitan tentang teh beberapa bagian diulang-ulang, walaupun dengan kalimat yang berbeda tetapi saya merasa itu mempunyai informasi yang sama. Karena jika penulis ingin menjadikan ‘teh’ sebagai sarana pengantar cerita saya rasa porsi dalam novel tersebut bisa dipangkas lagi, toh beberapa bagian hanya berisikan informasi yang mungkin ingin menunju...

Mengulik Makna Dari Lagu 'Merah' Efek Rumah Kaca

Eka kurniawan dalam sebuah jurnal onlinenya pernah menerbitkan sebuah cerpen tentang sebuah perlawanan, inti dari cerpen tersebut adalah tentang sebuah pemuda (mahasiswa) yang ingin melakukan sebuah aksi (perlawanan) untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan (rezim) yang menurutnya sudah tidak pantas lagi untuk berkuasa. Cerita itu berakhir tragis dengan tokoh utama yang tiba-tiba hilang tak tahu ke mana, entah mati atau hidup. Menghilang tiba-tiba. Dalam sejarah Indonesia sendiri, sebuah perlawanan sudah mondar-mandir dicacat oleh tinta sejarah. Peristiwa orang Surabaya yang membunuh jendral Mallaby dan kemudian berimbas pada pertempuran tiga hari tiga malam di kota tersebut hingga kemudian hari tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Ir Soekarno guna menghargai mereka-mereka yang sudah gugur, misalnya. Atau perebutan Irian Barat dengan Belanda. Bahkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lain dan tak bukan adalah buah dari sebuah perlawanan. Perlawanan tak hanya dilakukan dengan...

Catatan Banjir Jakarta Februari 2017

Hujan turun sejak jam tiga dini hari (21 februari 2017), jam setengah empat pelataran rumah sudah terlihat genangan air, jam empat lebih air mulai menaiki tangga-tangga rumah. Kira-kira pas adzan subuh atau sekitar jam lima pagi air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Beberapa orang sudah berada di depan rumah masing-masing berjaga, ada juga yang menggedor-gedor tetangga, khawatir masih ada orang yang belum bangun. Sekitar jam setengah enam sampai jam tujuh pagi air sudah benar-benar menguasi seisi rumah. Sementara sebelumnya, warga sudah mengamankan benda-benda yang mereka anggap penting. Benda elektronik, kulkas, mesin cuci, kompor. Surat-surat tanah, pakaian, atau hal yang kira-kira bisa rusak terkena banjir. Termasuk motor yang diungsikan dengan cara bergotong-royong mengangkat secara bergantian. Jam enam sampai jam tujuh hujan bisa dikatakan sedang lebat-lebatnya, langit masih gelap tidak seperti biasanya, barang-barang sudah naik ke singgahsana yang lebih tinggi. Banjir ka...