People changes, and i know that. Perubahan bukanlah
sebuah keburukan. Tentu saja. Tetapi, bayangkan jika kau meyakini bahwa asinnya
air laut, dinginnya udara pegunungan, lidahmu yang selalu basah. Tiba-tiba
semua berubah, sesuatu yang kau yakini tidak akan berubah kecuali sesuatu yang
benar-benar besar mengubahnya. Sesuatu yang kau yakini akan begitu selamanya,
seperti kebiasaan mulut yang mudah mengucapkan kata-kata, kau menganggap
sistematika itu akan berjalan seperti itu berulang faali dan seperti orbit
planet yang rumit tapi tidak saling menabrak. Kau menyakini semua akan berjalan
baik baik saja. Perubahan... “hold my coffee, and take it slow” katamu.
Pernah tidak kau dibohongi oleh nasib. Maksudku mungkin
kata dibohongi terlalu eksplisit. Kau tahu bahwa kau dibohongi kalau kau tahu
kebenarannya, hingga kau bisa membandingkan antara sebuah pernyataan satu
dengan yang lainnya hingga terciptalah suatu kesimpulan : kau dibohongi atau
tidak. But, this is different. Jangankan yang benar, apa yang kau alami
sekarang adalah kebenaran atau kesalahan saja kau tidak tahu. Like your body in
the room with of full colour grey. Matamu tidak buta tetapi juga tidak bisa
melihat jelas. Rabun.
“Nasib memang senang bercanda” your words when you feel stuck with your life situation.
“Nasib memang senang bercanda” your words when you feel stuck with your life situation.
Tapi memang begitu, berapa kali kita salah menebak
tim sepak bola mana yang bakal menjuarai sebuah kejuaraan, membawa payung
karena langit mendung dan ternyata payungmu tidak terbuka dari kuncupnya karena
tidak hujan di hari itu. Dan anggap saja nasib menertawaknmu. You like a jokes
for a fate.
Dibayanganku kadang nasib seperti kakek tua dengan
rambut putih, tua tapi tidak terlalu rapuh. Mukanya berkeriput karena sering
tersenyum bijak dan tangannya halus karena selalu membelai siapapun yang sedang
gundah. Membersihkan jalanmu agar yang kau lalui mudah, seperti beberapa orang
yang mengatakan “gak nyangka, ini semua
bisa aku dapetin ini semua. Kaya kebetulan” saat orang meraih sesuatu. Tepapi,
kadang nasib juga seperti Joker yang selalu memasang perangkap di antara
perangkap yang lainnya. Jika kau lolos dari satu perangkap maka perangkap
selanjutnya sudah menantimu. And when you fall, fate laugh very laudly. Kau cuma
sebagai jokes.
Kau beruntung jika jebakan yang kau dapatkan hanya
tentang salah memasang taruhan, kalah berjudi, atau dimarahi atasanmu. Tapi
jika jebakan itu menyangkut sebuah hal yang penting bagi hidupmu, sesuatu yang
membuat 24 jam mu terasa dikejar-kejar hantu yang membuat detak jantungmu lebih
kencang dari biasanya. Sebuah permasalahan tentang sebuah hubungan yang
mengikat seumur hidup. Yang kau tahu, kau telah mengikat simpul itu dengan
hati-hati dan kau yakin simpul yang kau pilih adalah yang terbaik untuk kau
ikat sepanjang hidupmu. But........... like i say before, everythings like a
trap. Big trap. Kau merasa air laut tidak akan bisa berganti rasa, tanganmu
akan selalu dua. Tetapi di suatu waktu ia bisa saja berganti tergantung nasib
memasang jebakan itu di mana. Sejauh ini yang aku ingat adalah terkadang kita hanya jadi lelucon untuk
nasib karena dia memang suka bercanda.
Komentar
Posting Komentar