Langsung ke konten utama

Harapan, Ulang Tahun dan Hal Istimewa Dalam Setahun

Seorang teman kuliah pernah bercerita bahwa setelah lulus nanti ia berharap bisa bekerja di sebuah perusahaan kontraktor, menjadi orang lapangan dengan tampilan maskulin dengan rambut gondrong dan sepatu kulit yang harganya di atas satu juta.

Beberapa teman kerja juga tak sedikit yang ingin menjadi seorang petani saja. Lari dari hingar bingar suara mesin industri dan memilih meenggunakan lahan untuk bertahan hidup.

Jika otakku adalah sebuah bank, mungkin ia akan menjadi sebuah bank harapan. Karena hampir di semua waktu dan tempat aku selalu melihat dan menemukan harapan-harapan itu seperti laron yang hinggap di lampu neon.

Ada banyak hal menarik tentang harapan, tetapi aku akan menceritakan beberapa hal lain terlebih dahulu.

Dua puluh lima tahun adalah jumlah angka tak sedikit jika dilihat untuk ukuran usia, seperti hal-hal baik waktu rasa-rasanya begitu cepat sekali berlalu. Dan pertanyaan yang berputar-putar seharian ini di dalam kepalaku adalah “kau telah melakukan apa saja dalam kurun waktu itu?”

Ketika pertanyaan itu datang, kepalaku serasa berubah menjadi kembang gula raksasa yang dihinggapi oleh ribuan serangga yang tercipta dari pentanyaan itu sendiri, tetapi jika ada yang benar-benar mempertanyakan hal itu. Maka aku akan menjawab, aku tak melakukan apa-apa. Ku ulangi lagi Aku benar-benar tak melakukan apa-apa dalam jangka waktu itu. Kau boleh berdalih bahwa hidupmu diisi dengan hal-hal yang berguna, tetapi jika disaring dan kau lihat lebih dekat lagi. Hal-hal itu kadang kau lakukan untuk memenuhi egomu, untuk memenuhi hasratmu sendiri. Garis besarnya kau hanya bertahan hidup, dan itu alamiah sekali.

Nyatanya kebanyakan orang hanya mengisi hidupnya dengan berharap lalu bosan kemudian kecewa atau dikecewakan. Bahkan mungkin untuk orang-orang sekarang sepertiga waktu hidupnya hanya digunakan untuk mengecas handphone dan sisanya untuk bermain handphone.

Sekitar empat bulan yang lalu, istriku mengirimkan sebuah foto tentang tes kehamilan. Alat itu mengindikasikan bahwa dia kemungkian besar telah mengandung. Kemudian seperti Descartes yang meragukan semuanya, aku menyuruhnya untuk mengetes lagi di tiga merek yang berbeda, beberapa hari berikutnya dia menyatakan hasil yang sama: kemungkinan besar ia hamil.


Dan kehamilan itu nyata ketika  ia memeriksakannya ke bidan. Dalam beberapa hari itu aku sempat terharu. Kau bisa membayangkan sesuatu hal baik (dan benar-benar baik) datang kepadamu tanpa kau sadari. Dan kebaikan itu mencakup jangkauan yang luas sekali. Kau akan dihadiahi seorang manusia dari Tuhan. Seorang manusia yang katanya makhluk sempurna yang sering kau dengar di khotbah jumat untuk bertaqwa agar masuk surga.

Dan kehamilan itu mengantarkan aku kepada hal-hal istimewa lainnya. Semenjak bidan menyatakannya hamil, istriku langsung mengambil sebuah keputusan yang cukup krusial. Ia akan berhenti dari pekerjaannya yaitu sebagai tenaga pengajar honorer di sebuah SD negeri. Keputusan itu menjadi krusial karena profesi itu bagi orang tuanya adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

Tak hanya itu di masa kehamilannya ia memintaku untuk mengajaknya ikut tinggal bersamaku. Semenjak pernikahan kami di akhir september 2016 lalu kami menjalin hubungan jarak jauh yang cukup menyiksa.

Kemudian pada akhirnya ia ikut bersamaku dan meninggalkan pekerjaannya. Letak keistimewaanya adalah, aku memiliki waktu yang banyak sekali untuk bertemu dan membicarakan banyak hal. Waktu yang dulu dipagari oleh tembok yang bernama jarak kini ia hanya sebatas daun pintu yang bisa dibuka hanya dengan satu hentakan saja.

Hingga saat ini diusia kehamilannya yang hampir lima bulan, keistimewaan yang paling menyenangkan adalah, aku tahu bahwa pergerakan manusia di dalam rahim wanita begitu ajaib sekali. Mungkin ini karena perasaan senang atau perasaan gembira berlebih, tetapi saat istri menempelkan tanganku perutnya dan kemudian ada gerakan seperi bola yang mendorong-dorong kulit perut, ada sebuah kombinasi perasaan senang, aneh dan bahagia.
Aku sedikit merasa beruntung, atau bahkan merasa beruntung sekali. Di ulang tahun yang seperempat abad ini ada hal yang istimewa yang mengisi waktu sejauh ini. 

Menyambung  pembicaraan mengenai harapan pada awal tadi, jika boleh aku berharap. Atau, jika aku mempunyai enam bola naga kemudia bisa menghidupkan sebuah naga untuk mengambulkan sebuah permintaan seperti di film Dragon Ball. Mungkin satu-satunya harapan atau permintaan adalah agar aku tak mempunyai harapan lagi.

Karena seperti mencintai, kadang menaruh harapan di salah satu laci jiwamu adalah sesuatu yang amat melelahkan. Kau akan dikendalikan oleh harapan itu, kau dihantui oleh rasa takut yang ditimbukan oleh berharap berlebih dan hidupmu rasanya tak bebas lagi. Kakimu diikat oleh tali dan kau hanya bisa memotongnya jika tak punya harapan lagi. Merdeka dari berharap.
***
Sebuah percakapan dengan istri dihari ulang tahun yang juga cukup istimewa. A untuk aku dan I untuk dia. (Jika kau sering mual dengan hal-hal yang berlebihan aku sarankan jangan membaca bagian ini)

A: “Aku ulang tahun, kamu mau kasih kado aku apa?”

I: “Kado apa, ya.. aku engga punya duit. Emm... Ini kadonya, ada dalam perut” sambil menunjukan perut

A: “Engga buruk-buruk amat, jaga baik-baik kado aku, ya”

I: menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


sumber gb: Google


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sebelum memulai ke pertunjukan utama anggap saja ini sajian pembuka, seperti band pembuka di sebuah konser akbar. Ada beberapa hal yang menurut saya (sebagai pembaca) mengganjal dalam hati mengenai novel ini (selain covernya yang sedikit mirip dengan novel i'll give u the sun) Yang pertama adalah, beberapa hal yang menurut saya harusnya dipersingkat, dengan arti lain adalah beberapa bagian novel ini mempunyai informasi yang diulang-ulang, walaupun tidak membosankan, tetapi demi menghemat kertas, biaya produksi, dan tingkat kebosanan pembaca harusnya bisa dipersingkat saja. Misalnya dalam penjelasan mengenai teh. Percakapan yang berkaitan tentang teh beberapa bagian diulang-ulang, walaupun dengan kalimat yang berbeda tetapi saya merasa itu mempunyai informasi yang sama. Karena jika penulis ingin menjadikan ‘teh’ sebagai sarana pengantar cerita saya rasa porsi dalam novel tersebut bisa dipangkas lagi, toh beberapa bagian hanya berisikan informasi yang mungkin ingin menunju...

Mengulik Makna Dari Lagu 'Merah' Efek Rumah Kaca

Eka kurniawan dalam sebuah jurnal onlinenya pernah menerbitkan sebuah cerpen tentang sebuah perlawanan, inti dari cerpen tersebut adalah tentang sebuah pemuda (mahasiswa) yang ingin melakukan sebuah aksi (perlawanan) untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan (rezim) yang menurutnya sudah tidak pantas lagi untuk berkuasa. Cerita itu berakhir tragis dengan tokoh utama yang tiba-tiba hilang tak tahu ke mana, entah mati atau hidup. Menghilang tiba-tiba. Dalam sejarah Indonesia sendiri, sebuah perlawanan sudah mondar-mandir dicacat oleh tinta sejarah. Peristiwa orang Surabaya yang membunuh jendral Mallaby dan kemudian berimbas pada pertempuran tiga hari tiga malam di kota tersebut hingga kemudian hari tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Ir Soekarno guna menghargai mereka-mereka yang sudah gugur, misalnya. Atau perebutan Irian Barat dengan Belanda. Bahkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lain dan tak bukan adalah buah dari sebuah perlawanan. Perlawanan tak hanya dilakukan dengan...

Catatan Banjir Jakarta Februari 2017

Hujan turun sejak jam tiga dini hari (21 februari 2017), jam setengah empat pelataran rumah sudah terlihat genangan air, jam empat lebih air mulai menaiki tangga-tangga rumah. Kira-kira pas adzan subuh atau sekitar jam lima pagi air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Beberapa orang sudah berada di depan rumah masing-masing berjaga, ada juga yang menggedor-gedor tetangga, khawatir masih ada orang yang belum bangun. Sekitar jam setengah enam sampai jam tujuh pagi air sudah benar-benar menguasi seisi rumah. Sementara sebelumnya, warga sudah mengamankan benda-benda yang mereka anggap penting. Benda elektronik, kulkas, mesin cuci, kompor. Surat-surat tanah, pakaian, atau hal yang kira-kira bisa rusak terkena banjir. Termasuk motor yang diungsikan dengan cara bergotong-royong mengangkat secara bergantian. Jam enam sampai jam tujuh hujan bisa dikatakan sedang lebat-lebatnya, langit masih gelap tidak seperti biasanya, barang-barang sudah naik ke singgahsana yang lebih tinggi. Banjir ka...