Langsung ke konten utama

Ucapan Terima Kasih



Jika kau datang dari arah timur maka kau akan melintasi rel kereta api terlebih dahulu, tiga ratus meter setelahnya ada sebuah bank swasta yang salah seorang tellernya pernah hampir menangis karena di maki-maki oleh seorang nasabah.

Jika sudah melewati bank tersebut ku sarankan agar kau ambil jalur kanan saja. Sebelum sampai ke tempat (yang akan ku tunjukan nanti) itu, kau juga akan menemui pedagang bubur ayam, dia hanya berjualan di kisaran jam tiga sampai setengah enam sore. Ia berasal dari Jawa, jadi jika kemampuan bahasa Jawamu bagus, saat membeli, biasanya kau akan diberi bonus kepala ayam, atau jika benar-benar beruntung buburmu akan diberi hadiah satu potong sayap goreng, gratis.

Lain lagi jika kau datang dari sebelah selatan, untuk sampai ke tempat tujuan kau harus menyebrang, dan, sebelum menyebrang kau harus memastikan pos polisi yang berada di ujung barat tidak dijaga, karena jika seorang petugas saja sedang berjaga maka surat-surat mengemudimu pasti akan ditanyakan lalu dengan alasan bahwa kau telah melawan arah, namamu akan dicantumkan di surat tilang.

Katakanlah kau bisa menyebrang tanpa dicegat oleh pak polisi. Sebelum kau sampai ke tempat tujuan itu, kau akan menemui sebuah warteg yang dikelola oleh pasutri dengan dua orang anak laki-laki, setelahnya ada penjual bubur ayam lagi, setelahnya ada sebuah rumah makan padang yang menyediakan masakan ikan kakap merah khusus di hari jum’at saja.

Setelah melewati semua itu. Kau sampai di tempat (tujuan) itu. Sebuah toko, bisa juga disebut sebuah bengkel, bisa juga disebut tempat berteduh saat hujan, bisa juga tempat penyiksaaan, tempat perdagangan gelap. Tapi untuk memudahkan mari kita sama-sama menyebutnya ‘toko&bengkel’.
 foto ketika sore

Toko&bengkel itu hanya menjual tiga jenis barang otomotif: aki, oli dan peredam kejut. Toko&bengkel tersebut mempunyai lantai tiga tingkat, lantai dasar sebagai tempat perdagangan, lantai ke dua sebagai gudang dan toilet, lantai paling atas sebagai tempat memasang antena tv (saja). 

Toko&bengkel itu hanya mempunyai tiga karyawan. Kita akan bahas satu persatu karyawan-kayawan tersebut.

Dimulai dari yang tinggi badannya paling sedikit.

Posisinya sebagi leader, kita biasa menyebutnya kepala toko. Jika kau suka dengan miniatur mobil atau suka terhadap mainan-mainan yang bentuk atau ciri-cirinya masih berhubungan erat dengan keluarga otomotif, maka kau satu hobi dengan dia. Jika dilihat dengan cara dia yang membeli mainannya hampir dua kali sebulan, ku bisa membayangkan jumlah koleksinya dua kali lipat dari jumlah umurnya: 27 tahun. Atau bahkan lebih.

Dia membeli koleksinya melalui jalur pembelian tercanggih abad ini: online shop.
Walaupun barang yang dilihat dan barang yang diantar belum tentu seratus persen sama, tapi saat ku tanya mengapa dia lebih suka membeli melalui online dia hanya menjawab: karena praktis.

Kata praktis tentu saja hasil akumulasi dari membuka laman web online shop, mencari dan memilih barang, melihat detail, mengisi data dan alamat pengiriman, melakukan pembayaran melaui transfer, dan terakhir pasrah sekaligus berharap  barang yang dikirim sesuai dengan apa yang kau lihat sebelumnya. Jika kau tidak suka dengan jawaban ‘praktis’ itu, maka kau sependapat denganku.

Beralih menuju karyawan yang lebih tinggi dari kepala toko.

Sebelumnya, jika kau ingin mengetahui bagaimana jenis suaranya, kau cukup memutar salah satu lagu dari band asal Bandung yang salah dari sekian lirik lagunya mungkin kau tahu atau kau mungkin jua pernah menonton video sirkus sang vokalisnya waktu dulu: Noah. 

Jika bagi Pak Habibie menonton serial cinta fitri adalah hiburan dikala dirundung pilu, maka mendengarkan atau melihat aksi panggung Noah bagi karyawan tersebut adalah sebuah kewajiban, ia biasanya melihat melalui youtube. Jika senggang, maka satu-satunya komputer yang berada di tempat itu akan memunculkan semua lagu tentang Noah di historisnya. Seperti yang ku bilang, sudah sebuah kewajiban seperti solat lima waktu.

Sisi baiknya, dia tak sebrengsek idolanya: Ariel. Setidaknya teman baik selalu bisa diminta pertolongan, dia selalu mengantarkan ku ke terminal saat ku hendak pulang kampung. Jika seorang pelacur bisa masuk surga karena memberi air pada anjing yang kehausan maka dia punya alasan lebih dari itu untuk masuk surga, nanti.  Thanks alot men, a good men. Tuhan bersama orang-orang baik.

Terakhir, pekerja yang paling tinggi diantara ketiganya.

Salah satu hobinya adalah membeli beberapa buku dan membacanya untuk membuang-buang waktu, tapi jika kau memberi pertanyaan lebih suka mana antara membaca buku atau tidur, dia sudah pasti lebih memilih tidur, tentu saja.

Buku-buku yang ia punya kebanyakan biasa dibeli melalui online (juga) sama seperti si kepala toko tadi, tetapi dia mempunyai alasan tersendiri kenapa dia lebih suka membeli melalui online. Kurang lebih alasannya seperti ini “Emm, gimana, ya, yang enak dari beli online adalah ketika abang kurirnya mengantarkan barang yang kita pesan, menanyakan nama kita dan mencocokannya di nama penerima dan kemudian meminta tanda tangan kita, seakan-akan kita dapat hadiah dari seseorang. Padahal mah, emang kita sendiri yang beli, bayar sendiri pake duit sendiri, emang punya kita, tapi kadang engga sadar:( .” kira-kira begitu. 

Satu lagi, hampir terlupa, dia suka sekali dengan ranitidin dan paracetamol, dan orang itu adalah ku sendiri, saya sendiri.

Tanggal 31 Desember tahun 2016 kemarin, selain menjadi penutup tahun juga menutup kontrak kerja saya di tempat tersebut, bekerja selama dua tahun. Melakukan sesuatu yang hampir diulang-ulang setiap hari, jika malas biasanya melakukan sedikit improvisasi dengan tidur siang, atau ikut menonton Noah di youtube bersama teman yang saya ceritakan tadi.

Dua tahun, tentu tidak sebentar, jika dilihat seperti usia kehamilan, ia sama saja seperti mengandung dua anak, melahirkan dua anak pula, jika anaknya kembar, itu menjadi empat anak. Tidak sebentar tidak sedikit.

Banyak hal yang bisa diperoleh dari waktu yang tidak sebentar itu, misalnya, ya, seperti memberi kesadaran bahwa tak semua usaha memperoleh hasil sama seperti tak semua pohon bisa berbuah.

Menyadarkan juga, bahwa mungkin hidup memang harus diisi dengan kegiatan yang kau senangi hingga kegiatan atau pekerjaan itu bisa menghasilkan uang untuk mengisi corong kebutuhan hidupmu, bukan kebalikannya, memaksakan diri untuk menyenangi apa yang sedang kita kerjakan. Karena Siti Nurbaya saja lebih memilih mati dari pada menyenangi sesuatu yang tidak ada benih cinta di hatinya.

Dan jika boleh, tentu saja saya akan mengucapkan terimakasih karena telah memberi kesempatan untuk bekerja dengan orang-orang baik dan hebat seperti kalian. Karena (menurut saya) tidak ada ucapan perpisahan sebaik terimakasih, itu serupa kancing yang menyempurnakan baju, daun yang memperindah ranting, atau pelangi yang melipur hujan badai. Terimakasih dan sukses selalu. Itu saja.
 
sebagai kenang-kenangan, seperti souvenir pernikahan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sebelum memulai ke pertunjukan utama anggap saja ini sajian pembuka, seperti band pembuka di sebuah konser akbar. Ada beberapa hal yang menurut saya (sebagai pembaca) mengganjal dalam hati mengenai novel ini (selain covernya yang sedikit mirip dengan novel i'll give u the sun) Yang pertama adalah, beberapa hal yang menurut saya harusnya dipersingkat, dengan arti lain adalah beberapa bagian novel ini mempunyai informasi yang diulang-ulang, walaupun tidak membosankan, tetapi demi menghemat kertas, biaya produksi, dan tingkat kebosanan pembaca harusnya bisa dipersingkat saja. Misalnya dalam penjelasan mengenai teh. Percakapan yang berkaitan tentang teh beberapa bagian diulang-ulang, walaupun dengan kalimat yang berbeda tetapi saya merasa itu mempunyai informasi yang sama. Karena jika penulis ingin menjadikan ‘teh’ sebagai sarana pengantar cerita saya rasa porsi dalam novel tersebut bisa dipangkas lagi, toh beberapa bagian hanya berisikan informasi yang mungkin ingin menunju...

Mengulik Makna Dari Lagu 'Merah' Efek Rumah Kaca

Eka kurniawan dalam sebuah jurnal onlinenya pernah menerbitkan sebuah cerpen tentang sebuah perlawanan, inti dari cerpen tersebut adalah tentang sebuah pemuda (mahasiswa) yang ingin melakukan sebuah aksi (perlawanan) untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan (rezim) yang menurutnya sudah tidak pantas lagi untuk berkuasa. Cerita itu berakhir tragis dengan tokoh utama yang tiba-tiba hilang tak tahu ke mana, entah mati atau hidup. Menghilang tiba-tiba. Dalam sejarah Indonesia sendiri, sebuah perlawanan sudah mondar-mandir dicacat oleh tinta sejarah. Peristiwa orang Surabaya yang membunuh jendral Mallaby dan kemudian berimbas pada pertempuran tiga hari tiga malam di kota tersebut hingga kemudian hari tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Ir Soekarno guna menghargai mereka-mereka yang sudah gugur, misalnya. Atau perebutan Irian Barat dengan Belanda. Bahkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lain dan tak bukan adalah buah dari sebuah perlawanan. Perlawanan tak hanya dilakukan dengan...

Catatan Banjir Jakarta Februari 2017

Hujan turun sejak jam tiga dini hari (21 februari 2017), jam setengah empat pelataran rumah sudah terlihat genangan air, jam empat lebih air mulai menaiki tangga-tangga rumah. Kira-kira pas adzan subuh atau sekitar jam lima pagi air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Beberapa orang sudah berada di depan rumah masing-masing berjaga, ada juga yang menggedor-gedor tetangga, khawatir masih ada orang yang belum bangun. Sekitar jam setengah enam sampai jam tujuh pagi air sudah benar-benar menguasi seisi rumah. Sementara sebelumnya, warga sudah mengamankan benda-benda yang mereka anggap penting. Benda elektronik, kulkas, mesin cuci, kompor. Surat-surat tanah, pakaian, atau hal yang kira-kira bisa rusak terkena banjir. Termasuk motor yang diungsikan dengan cara bergotong-royong mengangkat secara bergantian. Jam enam sampai jam tujuh hujan bisa dikatakan sedang lebat-lebatnya, langit masih gelap tidak seperti biasanya, barang-barang sudah naik ke singgahsana yang lebih tinggi. Banjir ka...