sumber gb: milik pribadi
Hidup tak sepenuhnya kekecewaan
Suatu ketika, maksudnya suatu pagi ketika berangkat kerja, secara tak sengaja bola menangkap sebuah pemandangan yang akhirnya mempertemukan saya dan musikimia untuk kedua kalinya. Sebuah baliho, sebuah baliho yang mengabarkan berita, sebuah baliho yang mengabarkan sebuah berita tentang pertunjukan musik, Musikimia akan datang dan manggung di sebuah hotel di daerah Karawang.
Kabar baik
Lokasi hotel tempat mereka manggung dengan tempat kerja, jadwal acara sesuai dengan jadwal hari libur kerja. Walau harus membolos kuliah tapi tak apalah. Rajin kuliah tak akan menjamin kau hidup bahagia, dan bolos kuliah belum tentu membuatmu hidup susah.
Tapi... Menonton Musikimia adalah suatu kehormatan. Karena musikimia adalah keniscayaan.
Sudah lama, saya mengidolakan mereka. Sebenarnya saya lebih mengidolakan Padi terlebih dahulu, bahkan tak ada yang begitu di nanti saat tahun 2015 kemarin untuk 2016 ini kecuali album teebaru Padi. Tapi apalah daya, Padi mungkin sudah menjadi beras dan kemudian menjadi nasi dan kemudian menjadi bubur.
Setelah cukup kecewa dengan tak ada kabar sedikitpun tentang grup band yang dijagoani oleh Piyu teresebut, lagi-lagi kabar baik datang. Tepatnya ketika di awal bulan Februari 2016 ini, Musikimia melucurkan sebuah album yang mereka namai Intersisi.
Ini adalah album perdana mereka, walaupun sebenarnya Musikimia sudah terbentuk sejak Agustus 2012 silam. Dan juga sudah mengeluarkan beberapa single seperti Apakah harus seperti ini, dll. Tetapi, baru awal tahun ini mereka meluncurkan album pertamanya.
Musikimia tidak sama dengan Padi
Sebenarnya, menurut saya hanya terletak pada presepsi kita masing-masing, karena personel Musikmia hampir sepenuhnya adalah anggota band Padi, hanya minus mas Piyu. Pada Musikimia posisi gitar diisi oleh Stephen Santoso. Seorang produser musik yang ternyata kemampuan bermusiknya tak kalah epic.
Jika sekilas mendengarkan musikimia, kita seperti mendengar Padi, ya, karena memang seperti yang saya sebutkan sebelumnya, personilnya masih yang itu-itu juga. Tetapi, jika didengar lebih dalam lagi, saya menemukan sebuah peebedaan yang cukup signifikan antara Padi dan Musikimia, yaitu, khususnya di alunan gitarnya. Bukan bermaksud membanding-bandingkan. Tapi memang ada perbedaan antara gaya main Stephen Santoso dengan Piyu. Dua-duanya sama bagusnya, tapi beda aja kalo didenger lebih seksama. Entah kenapa, menurut saya Musikimia terdengar lebih segar dan garang, petikan dan distorsi yang ada di lagu-lagunya pas, tak berlebihan pun tak kurang. Ini hanya pendapat saya. Tak usah terlalu dihiraukan.
Dan saya juga masih mengidolakan seorang legenda gitaris indonesia, seperti Piyu. Ditunggu album barunya Padi, ya mas Piyu dkk.
Balik ke cerita menonton musikimia
Acara musikimia tersebut diselenggarakan di sebuah hotel kenamaan di daerah Karawang. Dan lagi-lagi ini adalah kabar baik, saya tak perlu berdesak-desakan dengan penonton lain, masih berdiri, ya, tapi di dalam ruangan, orang-orang lebih tertib, tak ada rasa khawatir kesulut rokok penonton lain saat loncat-loncat, karena sebelum masuk ke tempat acara semua penonton tak diperkenankan membawa makanan atau minuman dan benda-benda aneh apalagi merokok.
Saya datang bersama teman kerja yang tak terlalu suka dengan Muskimia, tapi dengan sedikit gaya bahasa sales asuransi yang menjerat korban-korbannya, akhirnya dia mau untuk ikut serta untuk melihat Musikimia berkompi untuk menyihir para penonton dengan alunan musiknya.
Acara di mulai
Host muncul dan berbicara seperti pembawa acara pada umumnya. Mengobrol hal ini itu, menyebutkan sponsor, menyapa penonton. Membuat percakapan yang seolah-olah tidak direncanakan tetapi terlihat sekali direncanakannya. Basi sekali.
Acara dibuka oleh sebuah band yang namanya cukup terkenal: Rocketrockers, saya menggunakan kata cukup karena memang begitu adanya, selain 'ingin hilang ingatan' tak ada lagu lain yang saya tahu.
But, some how.. Penampilan mereka tak buruk-buruk amat, vokalis mereka Azka, cukup bisa menghidupkan suasana. Lagi-lagi menggunakan kata cukup, karena memang menurut saya dia lebih cocok jadi standup komedian saja ketimbang jadi vokalis, candaan dan lawakan di jeda-jeda beberapa lagunya lumayan menghibur.
Satu jam meraka membawakan lagu, dan satu jam pula saya sudah gelisan campur bosan, kecuali saat mereka memainkan 'hilang ingatan' untuk mengurangi saat bosan saya mencoba ikut bernyanyi dan setelah itu ternyata saya masih bosan.
Waktu berlalu, host datang lagi, seperti biasa: basi.
Tak lama kemudian, kinanti membawa bakul--yang dinanti-nanti akhirnya muncul. MUSIKIMIA is coming.
Tak perlu menunggu waktu maghrib, mereka langsung membuka dengan alunan khas Musikimia. Lagu pembukanya adalah 'kolam susu' lagu lawas Koesplus yang didaur ulang kembali oleh Musikimia dengan menggunakan musik Musikimia, tentu saja.
Lagu-lagu dalam album baru Musikimia
Dalam kesempatan itu, musikimia membawakan beberapa lagu anyarnya yang terdapat dalam album Intersisi. Seperti, Bertahan Untukmu, Sebebas Alam, Redam. Dan juga tak ketinggalan tembang kenangan saat mereka masih menggunakan seragam kebesaran Padi, Begitu indah, Sobat dan Kasih Tak Sampai.
Lagu-lagu yang mereka dendangkan malam itu juga terasa lebih istimewa karena kehadiran dari Ari Padi untuk sedikit bernostalgia bersama. Ari main di lagu Begitu Indah dan Sobat.
Tak hanya Ari, kolaborasi pun dilakukan dengan salah satu produser album perdana Musikimia sendiri, yaitu seorang rockstar yang namanya tak usah diragukan lagi dalam industri musik tanah air, Stevi Item.
Penampilan Musikimia bersama stevi item, sumber: pribadi
Seperti yang diketahui, album pertama Musikimia memang sangat berkesan bukan karena mereka seperti reinkarnasi Padi, tapi album tersebut memang terlihat begitu matang sekali untuk dipasarkan. Dalam album pertamanya, Musikimia memang mengajak beberapa musisi untuk memproduseri album mereka, diantaranya Stevi Item, Bondan Prokoso, Gugun GBS, dan Eben Burgerkill.
"Ini awalnya adalah ide Sthepen, dan karena menurut kami musik adalah milik semua orang. Jadi kami mengajak mereka (para produser), agar musik yang kami hasilkan juga memuaskan" Kata-kata Fadli saat diwawancarai tentang album Intersisi di sebuah acara talk show stasiun tv, saya melihatnya di youtube.
Fadli dan kawan-kawan dan kebijakannya
Disela-sela aksi panggungnya, seperti biasa vokalis selalu mengajak interaksi dengan penonton, selain untuk beristirahat dan mempersiapkan lagu berikutnya, ini bertujuan untuk membangun sebuah suasana yang tak membosankan.
Dalam kesempatan itu Fadli sempat menyapa para penonton dan mengucapkan sapaan dan ucapan terimakasih untuk sobat padi.
Kemudian saya berpikir, kalau mereka sudah punya band sekeren ini dan para personel yang notabene adalah personel yang sama di band sebelumnya. Kenapa mereka tak mengatasnamakan Padi saja. Singkatnya Padi dengan tampilan baru.
Mereka tak usah repot-repot membangun band dari awal lagi. Tapi mungkin di sinilah letak kebijakannya.
Saya rasa Fadli cs tak mau menghianati satu sama lain, mereka ingin tetap bermusik, tanpa harus meruntuhkan apa yang telah mereka ciptakan (Padi) mungkin jika mereka mengatasnamakan Padi dengan formasi seperti Muskimia saat ini, beberapa fans akan kecewa karena Piyu tak ada dalam lingkaran baru itu. Mereka sepertinya sengaja agar tak ada pihak-pihak yang dikecewakan (((salut))).
Dan justru mereka telah membayar dengan sangat amat lunas oleh kehadiran Muskimia. Apalagi dengan Lagu-lagu mereka yang pas di tusukan ke telinga saat kita sedih, seperti 'Dan Bernyanyilah' lagu yang mengajak kita agar tak meratapi dan tak mengisi hidup dengan kesedihan saja, karena memag hidup ini terlalu singkat untuk ditangisi.
Dan malam itu benar-benar istimewa karena saya dapat kaos Yoyo saat dia melempar kaosnya ke arah penonton.
Musikimia tak sekedar grup musik tetapi
Musikimia adalah keniscayaan.
Komentar
Posting Komentar