Langsung ke konten utama

Ucapan Selamat Ulang Tahun Untuk Diri Sendiri

"Kadang kita seolah-olah begitu tahu tentang hidup ini, hingga kemudian dengan polanya hidup membalikan semua. Dan akhirnya tersisalah kita sebagai olok-olokan hidup"

Begitulah kata dari Dee Lestari, seorang novelis yang terkenal dengan series Supernovanya.

Hidup memang selalu mempunyai misterinya. Coba ingat-ingat, saat di mana kita merasa begitu tahu tentang hidup ini, saat kita merasa hidup adalah sebuah pandir yang kaidahnya bisa kita baca dengan mudah, dan tak menunggu waktu lama, hidup kemudian membalikan semuanya. Crash! Seperti kata Dee, tersisalah kita sebagai olok-olokan hidup.

Dulu saya juga pernah merasakannya, mengira semuanya akan baik-baik saja, berjalan sembari menggoyang-goyangkan badan seakan di depan jalan sana tak ada semak belukar berduri.
Berjalan berjalan, hingga sampailah di titik saya menjadi lakon yang ditertawai oleh hidup.

Bagi kalian yang sudah merasakannya, bersyukurlah karena janjiNya berkata dibalik kesulitan akan hadir kemudahan. Bagi kalian yang belum, lipat lengan baju kalian dan bersiap-siaplah.

Tepat 23 tahun silam, lahirlah seorang laki-laki dari seorang wanita yang amat penyayang terhadap anak-anaknya, anak itu adalah saya sendiri.

Hari ini adalah hari ulang tahun saya. Dan jika berbicara tentang ulang tahun, tak afdol kiranya jika berbicara ulang tahun tanpa diiringi pembicaraan tentang perayaan, pesta atau sejenisnya, saya masih ingat betul tentang pertanyaan yang saya ajukan terhadap mendiang ibu saya dulu, ketika itu saya bertanya kenapa ulang tahun saya tak pernah dirayakan.

Lalu beliau menjawab "Pesta ulang tahun itu bukan budaya kita, yang penting bisa hidup. Bersyukur" kurang lebihnya seperti itu.

Rasa-rasanya memang terlalu anyep ketika sebuah ulang tahun tidak dibarengi oleh sebuah pesta perayaan, tapi pesta selalu identik dengan kemeriahan, hura-hura, nyanyi-nyanyi. Sedangkan ulang tahun, hakikatnya kontrak hidup kita dengan sang Empunya hidup berkurang, berkurang mas! lalu apa yang harus dirayakan?

Banyak yang telah dilalui sepanjang perjalanan hampir seperempat abad ini. Bahkan untuk sebuah perjalanan hidup, cerita 9 november tahun kemarin hingga 9 november saat ini sekarang kaledioskopnya begitu panjang dan berkelok-kelok.

Dan yang paling ekstrem dari kesemuanya adalah terdampar di sebuah kota yang bernama Karawang, kota yang sebagian besar penduduknya hanya berperan sebagai penonton.
Pekerjaan yang menyeret saya ke sini, sesekali tak menjadi masalah. Tapi, jika membayangkan teman lulus kuliah terlebih dahulu rasanya cukup menyakitkan, sama menyakitkannya ketika melihat undangan pernikahan mantan, dan demi pekerjaan ini saya mengambil cuti kuliah. Puh!!!

Selama satu semester saya sudah mencobanya, menempuh perjalanan Karawang-Bekasi setiap hari selepas bekerja demi melihat tulisan dosen yang kadang tak lebih baik dari tulisan seorang bocah SD. Setiap hari, pulang pergi. Dan hasilnya? Selain energi yang sangat terkuras, lebih dari itu psikis saya cukup terganggu, tugas-tugas terbengkalai kehadiran selalu telat dan sudah bisa ditebak nilai saya selama satu semester itu. ANCUR!!! Hingga menurut saya, mangambil cuti adalah jalan terbijak.

Musim selalu berganti, begitu juga manusia sekitar, datang dan pergi. Tak ada yang benar-benar istimewa, mungkin memang sudah karakter saya yang tak mau merepotkan orang dan tak pernah ingin terlalu dekat dengan siapapun, senang menjadi introvert.

Akhirnya, tiada yang lebih mulia daripada doa. Semoga ditahun ini lebih dewasa, selalu diberkati, bisa semakin dekat dan semakin takut terhadap Allah swt.

Dan tak lupa saya ucapkan terimakasih, entah untuk siapapun kalian yang telah berbesarhati mendoakan seekor itik yang kehilangan induknya ini, terimakasih banyak.

Untuk Mba Ini, Mas Nung, dan my little princes Asyhawa. Terimakasih. Terimakasih karena kalian telah mengijinkan diri kalian untuk saya sayangi.

Untuk mba-mba yang matanya selalu berbinar-binar saat diajak berdiskusi tentang pernikahan, Rosita. Terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk selalu membangunkan saya disetiap subuh. Entah kebaikan apa yang sudah saya lakukan hingga mendapatkan wanita sebaik dia. Terimakasih ya sayang.

Untuk Bapak, Mas, Mama. Andai saya bisa bernego dengan Tuhan. Mungkin dulu saya akan mengajukan diri sendiri sebagai pengganti kalian, menjadi pesakitan di bangsal selama berbulan-bulan. Karena kalian tahu? betapa menyakitkannya merindukan seseorang yang kehadirannya kembali di dunia ini adalah mutlak kemustahilan, I miss u so tired :( Al Faatihah.

Selamat ulang tahun ya Guh, Semoga Allah selalu memberkati. Amiin.


sumber gambar;http://anisa-mardatillah.blogspot.co.id/2011_03_01_archive.html

Komentar

  1. Selamat ulang tahun untuk yang sedang berulang tahun. Semoga hidupnya dilimpahi berkah! :)

    BalasHapus
  2. Waktu kecil saya juga sering bertanya ke pada orang tua saya, kenapa ulang tahun saya tidak pernah di rayakan dengan pesta. Jawabnya 'ulang tahun tidak harus dengan pesta, cukup di doakan agar selalu panjang umur'.

    BalasHapus
  3. Berterima kasih kepada orang-orang disekitar kita.. that;s a good idea to celebrate our b'day :0

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sebelum memulai ke pertunjukan utama anggap saja ini sajian pembuka, seperti band pembuka di sebuah konser akbar. Ada beberapa hal yang menurut saya (sebagai pembaca) mengganjal dalam hati mengenai novel ini (selain covernya yang sedikit mirip dengan novel i'll give u the sun) Yang pertama adalah, beberapa hal yang menurut saya harusnya dipersingkat, dengan arti lain adalah beberapa bagian novel ini mempunyai informasi yang diulang-ulang, walaupun tidak membosankan, tetapi demi menghemat kertas, biaya produksi, dan tingkat kebosanan pembaca harusnya bisa dipersingkat saja. Misalnya dalam penjelasan mengenai teh. Percakapan yang berkaitan tentang teh beberapa bagian diulang-ulang, walaupun dengan kalimat yang berbeda tetapi saya merasa itu mempunyai informasi yang sama. Karena jika penulis ingin menjadikan ‘teh’ sebagai sarana pengantar cerita saya rasa porsi dalam novel tersebut bisa dipangkas lagi, toh beberapa bagian hanya berisikan informasi yang mungkin ingin menunju...

Mengulik Makna Dari Lagu 'Merah' Efek Rumah Kaca

Eka kurniawan dalam sebuah jurnal onlinenya pernah menerbitkan sebuah cerpen tentang sebuah perlawanan, inti dari cerpen tersebut adalah tentang sebuah pemuda (mahasiswa) yang ingin melakukan sebuah aksi (perlawanan) untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan (rezim) yang menurutnya sudah tidak pantas lagi untuk berkuasa. Cerita itu berakhir tragis dengan tokoh utama yang tiba-tiba hilang tak tahu ke mana, entah mati atau hidup. Menghilang tiba-tiba. Dalam sejarah Indonesia sendiri, sebuah perlawanan sudah mondar-mandir dicacat oleh tinta sejarah. Peristiwa orang Surabaya yang membunuh jendral Mallaby dan kemudian berimbas pada pertempuran tiga hari tiga malam di kota tersebut hingga kemudian hari tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Ir Soekarno guna menghargai mereka-mereka yang sudah gugur, misalnya. Atau perebutan Irian Barat dengan Belanda. Bahkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lain dan tak bukan adalah buah dari sebuah perlawanan. Perlawanan tak hanya dilakukan dengan...

Catatan Banjir Jakarta Februari 2017

Hujan turun sejak jam tiga dini hari (21 februari 2017), jam setengah empat pelataran rumah sudah terlihat genangan air, jam empat lebih air mulai menaiki tangga-tangga rumah. Kira-kira pas adzan subuh atau sekitar jam lima pagi air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Beberapa orang sudah berada di depan rumah masing-masing berjaga, ada juga yang menggedor-gedor tetangga, khawatir masih ada orang yang belum bangun. Sekitar jam setengah enam sampai jam tujuh pagi air sudah benar-benar menguasi seisi rumah. Sementara sebelumnya, warga sudah mengamankan benda-benda yang mereka anggap penting. Benda elektronik, kulkas, mesin cuci, kompor. Surat-surat tanah, pakaian, atau hal yang kira-kira bisa rusak terkena banjir. Termasuk motor yang diungsikan dengan cara bergotong-royong mengangkat secara bergantian. Jam enam sampai jam tujuh hujan bisa dikatakan sedang lebat-lebatnya, langit masih gelap tidak seperti biasanya, barang-barang sudah naik ke singgahsana yang lebih tinggi. Banjir ka...