Aku mendengarnya.
Daun kering itu mengatakan engkau sedang menunggu.
Menunggu kepastian akan kapan kau mempunyai sayap untuk terbang.
Menunggu kepastian akan kapan kau mempunyai sayap untuk terbang.
Dan kau tahu, aku sedang merajut sayap itu.
Besabarlah.
Bukankah Tuhan bersamamu ketika kau sabar.
Bukankah Tuhan bersamamu ketika kau sabar.
Aku tahu bahwa kau sedang menunggu, dan aku pun
selalu berusaha untuk datang lebih awal, tapi bukankah kau pun tahu bahwa bulan
selalu membutuhkan waktu untuk bersinar penuh:purnama.
Kau lihat bintang itu? dia selalu bersinar indah
ketika sedang menunggu untuk
dijatuhkan Tuhan. Dan kau tak bersabar atas semua ini, apakah kau
tak malu?
Kau tak perlu gelisah, karena kegelisahan tanda
ketidakdewasaan.
Andai aku bisa, akan aku paku ujung-ujung bumi ini. Lalu aku ikat kuat-kuat dengan simpul mati, agar waktu tak lagi berputar. Karena waktu
menunggu memang melelahkan.
Tapi, percayalah sayang.
Hujan yang paling segar airnya adalah hujan yang turun setelah kemarau
berkepanjangan.
Besabarlah.
13-8-15, Jakarta Timur

indahnya menunggu ya
BalasHapusIya mba, tapi sembari menunggu melakukan aktivitas lain ya biar ga bosen :)
BalasHapus