Langsung ke konten utama

Mahkota Gula Untuk Ayah

Pernah denger engga kata-kata yang bilang kalo orang yang jodoh, biasanya mukanya mirip atau kembar, biasanya kata-katanya kaya gini “kalo diliat-liat muka kalian mirip ya, jangan-jangan kalian jodoh lagi”.

Padahal, kalo menurut gue hal itu engga logis banget, apa hubungannya coba ya jodoh dengan pola wajah yang mirip. Bahkan kalo ngomongin masalah mirip, kita semua juga kan mirip pas masih jadi spermatozoid. Nahlo!!! 

Kenapa jadi ngomongin spermatozoid ya?(mikir keras) Sebenernya gue pengen ngomongin seseorang yang udah bikin kita dan spermatozoid itu ada, bukan spermatozoid-nya.

Iya, siapa lagi kalo bukan ayah, bapak, abah, abi atau apalah sebutan kalian untuk orang tua laki-laki kalian. Tapi yang pasti, seperti yang udah gue bilang tadi, bahwa tanpa beliau kita engga mungkin ada di muka bumi ini.

Walaupun kita juga masih butuh bantuan ibu kita untuk menjadikan kita ada, tapi apa kita tega melupakan peran keras ayah yang udah ngebikin spermatozoid yang akhirnya menjadi seperti kita-kita seperti sekarang ini? Engga kan?

Seperti kalian, gue juga punya ayah. Inget, gue juga manusia bukan bakteri yang sistem reproduksinya membelah diri, jadi gue juga punya ayah, atau yang sedari gue bisa ngomong manggilnya adalah Bapak.

Setiap orang gue rasa punya kenangan sama ayahnya, apalagi anak cewe. Biasanya mereka lebih deket sama ayahnya ketimbang sama ibunya. Walaupun gue anak cowo, tapi bisa dibilang gue cukup deket dengan Bapak.

Kenangan gue sama Bapa gue bisa dibilang cukup banyak dan asyik untuk diceritain.
Bapak gue adalah seorang yang inspiring buat gue khususnya, selalu ada yang beliau ceritain saat kita bersama. Apapun itu, dari pengalaman muda beliau, dari kenakalan saat masih kecil, cerita saat PDKT sama ibu gue. Semua bisa jadi cerita seru, lebih seru ketimbang komik marvels sekalipun.

Bapak adalah seorang luar biasa, selain bisa ngasih hardikan yang bikin nangis saat gue kecil, beliau juga slalu bisa ngasih kata-kata hebat yang sampai saat ini masih bisa gue inget. Selain kata-kata, beberapa kenangan sama beliau pun juga masih gue simpen dengan rapi.

Sedikit cerita, waktu kecil gue adalah salah satu pecinta sejati permen gula warni-warni, bagi kalian yang engga tahu, permen gula itu bentuknya mirip rambut palsu yang berwarna, tapi ini rasanya manis (ya iya lah namanya juga permen gula). Salah satu dari kalian gue yakin pasti tau.

Selalu, bahkan hal yang engga pernah ditinggalin dari bapa saat gue kecil adalah ngasih hadiah untuk anaknya. Beliau tahu gue adalah salah satu anak yang tergilla gila sama permen gula itu. Dan hal yang paling keren untuk saat itu adalah beliau selalu ngasih permen gula ketika gue berhasil untuk maksa diri gue buat tidur siang. Iya, waktu itu gue masih kelas 2 SD, bapa selalu ngebujuk gue untuk tidur siang dan sebagai imbalannya bakal dikasih permen gula. Simple kan ya? tapi untuk saat itu, semua ritual itu adalah hal yang paling keren dan paling asik versi gue saat SD.

Walaupun cerita permen gula dan tidur siang itu harus berakhir karena kondisi gigi yang saat itu porak poranda karena efek mengkonsumsi permen gula disetiap siang. Tapi, kenangan itu masih tersimpan dan pasti engga bakal gue lupain sampai sekarang. Sama seperti kenangan yang masih dan bakal kalian simpen terus, kenangan bersama orang tua kalian masing-masing.

Hemmmm(tarik nafas panjang)...

Kenangan, kenapa gue dari tadi nyebutnya kenangan kenangan dan kenangan, ya karena itu emang cuma kenangan, Bapak gue udah meninggal empat tahun silam.
Hal itu engga bakal terjadi lagi, engga bakal bisa kembali lagi, kecuali gue punya pintu waktunya doraemon.

Salah satu dari kalian mungkin juga ada yang sama seperti gue, Bapaknya udah meninggal, mungkin juga ada yang beda. Ada yang masih bisa tiap saat, kapan pun masih bisa denger dengan jelas suara beliau, trus tanya “Bagaimana kabarnya Pa?”, “udah makan belum?” atau apalah.

Yang pasti, apapun keadaannya kita emang engga berhak sama sekali marah atau nglakuin hal konyol lainnya untuk orang tua kita, terlebih mungkin untuk ayah, beliau adalah orang yang luar bisa, orang yang udah rela berjuang untuk anak anaknya. Kita engga pernah bener-bener tahu bagaimana susahnya beliau ngebesarin kita.
Dan udah sepantasnya kan kita berterimaksih untuk ayah kita..

SELAMAT ISTIRAHAT PA, LOVE U MORE..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Jakarta Sebelum Pagi by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sebelum memulai ke pertunjukan utama anggap saja ini sajian pembuka, seperti band pembuka di sebuah konser akbar. Ada beberapa hal yang menurut saya (sebagai pembaca) mengganjal dalam hati mengenai novel ini (selain covernya yang sedikit mirip dengan novel i'll give u the sun) Yang pertama adalah, beberapa hal yang menurut saya harusnya dipersingkat, dengan arti lain adalah beberapa bagian novel ini mempunyai informasi yang diulang-ulang, walaupun tidak membosankan, tetapi demi menghemat kertas, biaya produksi, dan tingkat kebosanan pembaca harusnya bisa dipersingkat saja. Misalnya dalam penjelasan mengenai teh. Percakapan yang berkaitan tentang teh beberapa bagian diulang-ulang, walaupun dengan kalimat yang berbeda tetapi saya merasa itu mempunyai informasi yang sama. Karena jika penulis ingin menjadikan ‘teh’ sebagai sarana pengantar cerita saya rasa porsi dalam novel tersebut bisa dipangkas lagi, toh beberapa bagian hanya berisikan informasi yang mungkin ingin menunju...

Mengulik Makna Dari Lagu 'Merah' Efek Rumah Kaca

Eka kurniawan dalam sebuah jurnal onlinenya pernah menerbitkan sebuah cerpen tentang sebuah perlawanan, inti dari cerpen tersebut adalah tentang sebuah pemuda (mahasiswa) yang ingin melakukan sebuah aksi (perlawanan) untuk menjatuhkan sebuah kekuasaan (rezim) yang menurutnya sudah tidak pantas lagi untuk berkuasa. Cerita itu berakhir tragis dengan tokoh utama yang tiba-tiba hilang tak tahu ke mana, entah mati atau hidup. Menghilang tiba-tiba. Dalam sejarah Indonesia sendiri, sebuah perlawanan sudah mondar-mandir dicacat oleh tinta sejarah. Peristiwa orang Surabaya yang membunuh jendral Mallaby dan kemudian berimbas pada pertempuran tiga hari tiga malam di kota tersebut hingga kemudian hari tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Ir Soekarno guna menghargai mereka-mereka yang sudah gugur, misalnya. Atau perebutan Irian Barat dengan Belanda. Bahkan kemerdekaan bangsa Indonesia tak lain dan tak bukan adalah buah dari sebuah perlawanan. Perlawanan tak hanya dilakukan dengan...

Catatan Banjir Jakarta Februari 2017

Hujan turun sejak jam tiga dini hari (21 februari 2017), jam setengah empat pelataran rumah sudah terlihat genangan air, jam empat lebih air mulai menaiki tangga-tangga rumah. Kira-kira pas adzan subuh atau sekitar jam lima pagi air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Beberapa orang sudah berada di depan rumah masing-masing berjaga, ada juga yang menggedor-gedor tetangga, khawatir masih ada orang yang belum bangun. Sekitar jam setengah enam sampai jam tujuh pagi air sudah benar-benar menguasi seisi rumah. Sementara sebelumnya, warga sudah mengamankan benda-benda yang mereka anggap penting. Benda elektronik, kulkas, mesin cuci, kompor. Surat-surat tanah, pakaian, atau hal yang kira-kira bisa rusak terkena banjir. Termasuk motor yang diungsikan dengan cara bergotong-royong mengangkat secara bergantian. Jam enam sampai jam tujuh hujan bisa dikatakan sedang lebat-lebatnya, langit masih gelap tidak seperti biasanya, barang-barang sudah naik ke singgahsana yang lebih tinggi. Banjir ka...